BEI Masih Kaji Mekanisme Iuran IPF

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) belum bisa menentukan mekanisme dan iuran untuk pembentukan Investor Protection Fund (IPF). Pasalnya, pihak BEI masih menunggu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengesahkan peraturan pembentukan IPF.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Samsul Hidayat menuturkan, pihaknya masih menunggu izin pendirian lembaga tersebut karena masih dalam proses perijinan di OJK. Fungsi IPF hampir sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Pembentukannya didasari kasus-kasus seperti PT Sarijaya Permana Sekuritas dan PT Optima Securities.“Setelah peraturannya selesai,kita baru bisa menentukan pungutan yang akan dibebankan kepada industri pasar modal sebagai iuran IPF. Karena sampai sekarang pihak regulator belum menetapkan berapa besar batas penggantian dana investor jika terjadi penyimpangan”, jelas dia di Jakarta kemarin.

Menurut dia, proyek pengembangan IPF adalah tahapan lanjutan dari proyek pengembangan yang telah berjalan dari tahun sebelumnya. Dia menambahkan infrastruktur termasuk sumber daya manusia dan perlengkapan kantor untuk lembaga tersebut telah tersedia.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida menyatakan, pihaknya menargetkan pembentukan IPF akan rampung pada tahun ini. IPF yang dibentuk sejak dua tahun lalu tengah merampungkan syarat terakhirnya sebelum aktif, “Syarat tersebut antara lain ditunjuknya komisaris dan direksi IPF. Untuk tahapan ini, OJK tengah melakukan fit and proper test kepada sejumlah calon. Baru setelah itu, OJK akan mengeluarkan beberapa surat edaran terkait tata cara pemberian jaminan dalam IPF dan terakhir adalah memberi ijin usaha”, jelas dia.

Ditambahkan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, nantinya dengan keberadaan IPF akan penting untuk memperoleh kepercayaan dari investor di pasar modal. Wujud dukungan OJK terhadap IPF nanti dengan meluncurkan Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal.“Diharapkan langkah ini akan mampu mengakselerasi terbentuknya IPF yang berfungsi untuk melindungi transaksi saham dengan perusahaan sekuritas”, ujar dia. (nurul)

BERITA TERKAIT

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Saham KIOS Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Dibalik akuisisi PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terhadap PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo), membuat pergerakan harga…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…