Tokio Marine Merevisi Target Premi

Buka 14 Kacab Tahun Ini

Selasa, 20/08/2013

NERACA

Jakarta - Perusahaan asuransi jiwa asal Jepang, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI), menargetkan premi sebesar Rp92,8 miliar hingga akhir 2013. Angka tersebut mengalami revisi dua kali dari target awal senilai Rp15 miliar untuk kemudian meningkat menjadi Rp43 miliar.

Chief Marketing Officer TMLI, Soebagio Iman menilai, dalam penetapan target tersebut yang semula cenderung konservatif hingga perseroan merasa percaya diri dengan meningkatkan kembali targetnya di atas dua kali lipat. Dia juga menyebutkan, perseroan mencatat pendapatan premi pada semester I 2013 sebesar Rp23,6 miliar dengan 611 pemegang polis atau melonjak 195% dibandingkan dengan periode sama di 2012 (year on year/yoy).

"(Target) Ini lebih baik ketimbang perubahan target yang cenderung menurun. Kita percaya diri dengan melipatgandakan target itu, karena awalnya kita sangat konservatif dalam menetapkan target dan komitmen keuangan jangka panjang dan sekarang sudah jauh direvisi," kata Soebagio di Jakarta, Senin (19/8).

Sementara itu, imbuh dia, target premi dari pembukaan kantor pemasaran di Jakarta sebesar Rp12 miliar hingga akhir 2013 dengan target 1.200 agen dalam dua tahun. Selain di Jakarta, TMLI juga akan membuka kantor pemasaran di Bali dan Medan pada Agustus 2013, dilanjutkan dengan Surabaya, Bandung, Tasikmalaya, Batam, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Pontianak, Balikpapan, Tangerang dan Makassar hingga akhir tahun ini.

Adapun pendapatan premi ini lebih banyak dikontribusi pada April 2013 dari 5% hingga 20% saat perusahaan asuransi Jepang tersebut memulai ekspansi dari yang semula bernama Malaysia Assurance Alliance (MAA). Selain kantor pemasaran, Soebagio mengatakan akan merekrut sekitar 2.200 agen dan leaders yang memiliki kompetensi dalam mengembangkan tenaga pemasaran TMLI dari kalangan pengusaha, ibu rumah tangga dan insitusi keuangan lainnya.

"Pendapatan di April paling besar tiga kali lipat dan Mei juga cukup kuat. Tetapi kami belum puas hingga Desember 2013 nanti," ungkap Soebagio. Tak tanggung-tanggung, TMLI menargetkan investasi hingga akhir 2013 sebesar Rp300 miliar.

Pemilihan kota Jakarta salah satunya didasarkan pada struktur perekonomian Indonesia pada kuartal II-2013 yang masih memperlihatkan dominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar 58,15%. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan sumbangan terbesar (16,5%) terhadap perekonomian nasional, di atas Jawa Timur (15,21%), Jawa Barat (14,05%) dan Jawa Tengah (8,35%).

Dari sisi lapangan usaha, yang menghasilkan nilai tambah bruto produk barang dan jasa terbesar yakni sebesar Rp85,44 triliun bagi pertumbuhan kota Jakarta adalah sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa peluang industri asuransi untuk bertumbuh di Jakarta masih sangat besar.

Siap akuisisi

Tak hanya itu saja. Soebagio Iman menuturkan bahwa perseroan akan mengakuisisi tiga perusahaan di bawah bank untuk memperluas penetrasi asuransi yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia. "Kami dalam tahap negosiasi sejak beberapa bulan yang lalu," katanya. Soebagjo menyebutkan akuisisi tersebut meliputi perusahaan di bawah bank ataupun institusi keuangan untuk memfasilitasi nasabah yang ingin berasuransi.

"Bank itu sudah ada nasabahnya. Jadi kami mudah untuk menawarkan produk-produk asuransi kepada mereka," tambah Soebagio. Menurut dia, penetrasi asuransi di Indonesia masih di bawah lima persen atau masih sekitar 11 juta pemegang polis di antara 200 juta penduduk.

"Penetrasi asuransi di sini tidak sampai lima persen. Ini sangat berbeda dengan negara-negara Asia lainnya seperti Singapura, Korea dan Jepang, di mana 90% masyarakatnya paling tidak memegang satu asuransi individu," jelas Soebagio.

Saat ini, sambung dia, perseroan memiliki sembilan produk, yang meliputi asuransi tradisional, unitlink maupun syariah. Dari ketiga jenis produk ini, yang paling banyak dimiliki adalah asuransi tradisional lantaran risikonya lebih kecil. “Tapi tergantung nasabah kalau dia mau dengan keutungan besar tapi berisiko tinggi, pilihlah unitlink. Kami juga menargetkan 20 produk asuransi hingga akhir tahun 2013,” tandasnya. [ardi]