Penjualan Agung Podomoro Capai Rp3,7 Triliun

Selasa, 20/08/2013

NERACA

Jakarta- PT Agung Podomoro Tbk (APLN) mencatatkan marketing sales hingga Juli 2013 mencapai Rp3,7 triliun, atau tumbuh 27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut disumbang dari sejumlah proyek yang dikembangkan perseroan, termasuk proyek yang baru diluncurkan di Balikpapapan.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (19/8). Disebutkan, dari total dana tersebut PT Podomoro City Extension berkontribusi terbesar 44,6% diikuti Metro Park Residence 13,8%, dan Vimala Hills menyumbang sebesar 13,4%. Sementara Borneo Bay Residences yang baru diluncurkan di Balikpapan berkontribusi sebesar 11,3%, Grand Taruma 6,4%, dan Soho@Pancoran sebesar 5,2%.

Untuk aksi korporasi yang dilakukan perseroan saat ini, pihak manajemen menyatakan dengan 70% kepemilikan sahamnya pada PT Alam Makmur Indah (AMI), mengakuisisi lahan seluas 216 hektar di Karawang, Jawa Barat senilai Rp502 miliar. Rencananya, PT Alam Makmur Indah akan mengembangkan area tersebut sebagai wilayah industri. Selain itu, perusahaan dengan kepemilikan 100% sahamnya pada PT Buana Surya Makmur (BSM), perseroan mengakuisisi lahan seluas 26.6 hektar di Bandung, Jawa Barat senilai Rp85 miliar.

Sebagai pengembang properti, APLN dikenal cukup gencar melakukan akuisisi lahan. Sebelumnya, manajemen perseroan mengaku telah menyelesaikan akuisisi lahan seluas 5,2 hektar di pusat kota Medan, Sumatera Utara. Rencananya, perseroan akan mengembangkan superblok pertamanya di daerah tersebut termasuk unit apartemen, area perkantoran jual, pusat belanja, hotel dan kios untuk segmen kelas menengah ke atas di area tersebut.”Superblok ini diharapkan akan menghasilkan penjualan pemasaran lebih dari Rp5 triliun dalam waktu 3-4 tahun mendatang.” kata Direktur Utama APLN, Trihatma Kusuma Haliman.

Menurut dia, lahan tersebut didapatkan perseroan seiring ditandatanganinya perjanjian pengikatan jual beli untuk mengakuisisi 58% saham PT Sinar Menara Deli (SMD), senilai Rp 467 miliar. Pihaknya menilai Medan merupakan kota terbesar kedua dan salah satu kota dengan perkembangan terpesat di Indonesia."Kami beruntung memperoleh lahan seluas ini di lokasi yang sangat strategis di kota Medan," ujarnya.

Pengembangan superblok yang dilakukan perseroan ini disebut-sebut menjadi langkah strategis perseroan untuk meraup keuntungan optimal. Targetnya, hingga akhir tahun 2013, perseroan akan membangun10-14 superblok yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Oleh karena itu, beberapa proyek akusisi dan pembangunan yang akan dilakukan perseroan sebagian besar berkonsepkan bangunan superblok. Termasuk beberapa proyek yang akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun ini di wilayah Kerawang, Batam, dan Balikpapan. (lia)