Penuhi Target AUM, BNI AM Rilis Produk Baru

NERACA

Jakarta – Penuhi target dana kelola hingga akhir tahun sebesar Rp 8,5 triliun, BNI Asset Management (BNI-AM) terus perbanyak meluncurkan produk baru reksa dana saham. Teranyar, perseroan merilis reksa dana baru yaitu BNI-AM Dana Sektoral Dinamis.

Presiden Direktur BNI-AM Idhamshah Runizam mengatakan, untuk produk baru ini perseroan menargetkan dana kelola sebesar Rp 1 triliun hingga tahun 2014. Selain itu, reksa dana ini diharapkan akan menambah 205 dari jumlah AUM reksa dana saham yang ada, “Saat ini reksa dana saham hanya mencapai Rp45 miliar atau dibawah 10%, dengan diluncurkannya produk baru reksa dana saham ini, diharapkan dapat menaikan hingga 20% dan total dana yang diraih mencapai Rp1 triliun hingga 2014,”ujar dia di Jakarta, Senin (19/8).

Meskipun reksa dana terproteksi menopang jumlah AUM mencapai Rp3,624 triliun, kedepannya produk ini akan hilang karena beberapa hal. Seperti fee terkecil dari reksa dana yang ada dan akan hilang, manfaat bagi BNI-AM kurang dan tidak adanya intensif serta akan dikenakan pajak.

Oleh sebab itu, BNI Aset Management akan meningkatkan reksa dana saham dan reguler sebagai base pendapatan perseroan. Sementara untuk produk baru reksa dana sektoral dinamis, nantinya akan di investasikan hingga 80% ke saham dan sisanya pada pasar uang.

Disebutkan, dari jumlah 80% akan diinvestasikan pada sektor consumer dan infrastruktur masing-masing 30% dan sisanya ke sektor lain. Sementara Head of Invetment BNI-AM Abdullah Umar Baswedan menambahkan, alasan memilik sektor sektor infrastruktur lantaran keyakinan prospek kedepan masih bagus dan didukung kebijakan pemerintah yang sedang gencar pembangunan di berbagai wilayah.

Sektor Infrastruktur

Kata Umar, hal ini tentunya akan berdampak positif kepada emiten-emiten di sektor infrastruktur. Sementara consumer, dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang meningkat. BNI-AM Dana Sektoral Dinamis ditargetkan untuk semua masyarakat khususnya ritel dengan nilai terkecil investasi Rp100 ribu dan dapat dikembangkan dengan investasi secara berkala.

Dia menjanjikan produk ini akan dikelola secara agresif dan dinamis untuk mengelola resikonya sehingga dapat memberikan pertumbuhan nilai aktiva bersih yang atraktif bagi kesinambungan investasi para pemegang unit penyertaan, “Infrastruktur dan consumer memang sektor yang kami beri porsi lebih hingga 3 bulan ke depan, namun setiap 3 bulan akan dievaluasi lagi sektor dan saham apa yang kinerjanya cukup baik untuk kita investasikan” jelas Direktur Investasi BNI-AM Isbono M.Putro.

Lanjut dia, pihaknya menargetkan return diatas indeks harga saham gabungan (IHSG) sehingga jika IHSG turun return juga akan turun namun tetap masih diatas IHSG, “Misalnya jika IHSG memberi return 12%, maka bisa saja reksa dana ini memberi return 15%. Selain itu, peluncuran reksa dana saham saat ini sudah tepat karena indeks sedang diskon dengan harga beli yang lebih murah”, jelas dia. (nurul)

BERITA TERKAIT

Perkuat Bisnis Non Alkohol - Multi Bintang Bakal Rilis Produk Baru

NERACA Jakarta – Mensiasati bisnis minuman alkohol yang masih tertekan seiring dengan adanya kebijakan kenaikan tarif cukai minuman alkohol, PT…

PENGEMBANGAN BNI CORPORATE UNIVERSITY

Direktur Kepatuhan BNI Endang Hidayatullah (kanan) berbincang dengan Pemimpin Divisi BNI Corporate University Wicaksono Sarwo Edi (kiri) dalam BNI Media…

Kebijakan Pemerintah dan BI untuk Mengejar Target Devisa Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara dan penerimaan devisa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…