Kurangi Risiko Kerusakan Gigi - Konsumsi Sereal dan Susu

Sereal dicampur susu mungkin merupakan hidangan penutup favorit banyak orang. Kini, ada kabar baik jika Anda adalah salah satu di antaranya, karena penelitian terbaru menemukan bahwa kombinasi sereal manis dengan susu yang dikonsumsi setelah makan bisa mengurangi risiko kerusakan gigi.

Peneliti dari University of Illinois di Chicago College of Dentistry mengatakan, minum susu setelah makan dan makan sereal bisa mengurangi kadar asam plak gigi serta mencegah kerusakan enamel yang mengarah ke gigi berlubang. “Setelah makan tepung seperti sereal manis, bakteri dalam plak di permukaan gigi akan menghasilkan asam,” kata pemimpin studi, Christine Wu, profesor kedokteran gigi anak dan direktur cariology.

Studi itu melaporkan, makan karbohihdrat empat kali sehari dengan jumlah 60 gram lebih besar per orang per hari bisa meningkatkan risiko gigi berlubang. Wu dan timnya melibatkan 20 orang dewasa yang makan 20 gram atau sekitar satu cangkir sereal bergula dan kemudian minum minuman berbeda.

Minuman tersebut yaitu susu, jus apel murni 100%, dan air putih. PH plak atau kadar keasaman diukur dengan microelectrode yang ditempelkan di antara gigi premolar. Pengukuran dilakukan dua dan lima menit setelah makan dan kemudian dua sampai 30 menit setelah minum ketiga minuman tersebut.

PH pada plak turun dengan cepat setelah mengkonsumsi sereal saja dan 30 menit kedun kadar PH tetap di angka 5,83. PH di bawah 7 bersifat asam dan lebih dari 7 bersifat basa. Air murni memiliki PH mendekati 7.

Peserta yang minum susu setelah makan sereal menunjukkan kenaikan PH tertinggi sebesar 5,74 sampai 6,48 selama 30 menit. Mereka yang minum jus apel, pH-nya tetap di angka 5,84 setelah 30 menit. Sementara yang minum air PH-nya meningkat menjadi 6,02.

“Jus buah dianggap sebagai pilihan makanan sehat, tapi tambahan gula bisa menjadi risiko kesehatan bagi gigi kita,” kata Wu seperti dilansir NY Daily News.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa makan keju setelah makan manis bisa mengurangi produksi asam sehingga memungkinkan konsumen memodifikasi diet mereka untuk mencegah efek gigi berlubang akibat makanan manis.

BERITA TERKAIT

Jakarta Dinilai Butuh Kota Penyangga Seperti Meikarta - Kurangi Beban Perkotaan

    NERACA   Jakarta - DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Indonesia dinilai sangat membutuhkan daerah-daerah penyangga…

Politik dan Ekonomi

Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Drama politik ekonomi semakin dipertontonkan para elite politik…

SDM Jadi Perhatian Pemerintah - Alokasi Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan memperhatikan secara serius kualitas sumber…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis,…

Bersama Hadapi Ancaman Keamanan Kesehatan

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik…

Mengatasi Diabetes Akut dengan Diet Vegan

Tiga tahun lalu, Khaled Al-Suwaidi (35) mendapat kabar buruk yang mengubah gaya hidupnya secara drastis. Dia didiagnosis menderita penyakit kronis…