Kontribusi Kartu Kredit Pada Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Sejalan dengan perkembangan jaman ditemukan cara yang paling efisien dan efektif untuk melakukan transaksi pembayaran yaitu dengan menggunakan kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang mampu menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran.

Ya, gaya transaksi masa kini sudah tidak bisa dipisahkan dengan penggunaan kartu kredit (credit card). Pasalnya, Uang plastik yang sudah menjadi alat bantu pembayaran bagi sebagian masyarakat ini menjanjikan banyak kemudahan serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Hasil survei Visa yang dilakukan Moody\\\\\\\'s Analytics menyatakan, peningkatan penggunaan produk pembayaran elektronik seperti kartu kredit dan debit memberikan kontribusi 6,4 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Servei tersebut menyimpulkan penggunaan kartu pembayaran lebih meningkatkan efisiensi serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

\\\\\\\"Dengan adanya hasil survei itu, tidak diragukan lagi bahwa pembayaran elektronik memberikan keuntungan yang signifikan,\\\\\\\" kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Ellyana Fuad melalui siaran pers di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, kartu yang digunakan untuk berbagai keperluan yang berfungsi sebagai alat pembayaran tunai ini dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan, seperti untuk keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini kartu kredit sudah dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran secara internasional. Tak ayal, bila kartu kredit sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Penggunaan kartu kredit sebagai sumber pembiayaan kehidupan sehari-hari, nilai transaksinya cenderung terus meningkat. Pertumbuhan itu dibarengi persaingan yang semakin ketat di antara bank penerbit kartu kredit, dimana Bank berlomba merebut hati konsumen dengan memberikan hadiah dan penawaran khusus. Termasuk, mengeluarkan kartu kredit sesuai segmen dan stylist yang dikehendaki pemakai.

Jika dilihat dari gender, jumlah pemakai kartu kredit sebanding antara laki-laki dan perempuan. Namun, bila dilihat dari jumlah transaksi, pengguna kartu kredit terbesar adalah perempuan. Hal itu dapat dilihat dari jumlah transaksi terbanyak yang dilakukan di department store dan supermarket.

Tren menunjukkan, semakin banyak gerai, shooping area, outlet, restoran, ataupun fasilitas lainnya yang bermitra dengan bank dalam penggunaan kartu kredit. Seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memanfaatkan kerja sama dengan pusat perbelanjaan atau mal Pacific Place untuk event Marvelous World of Indonesia dalam rangka meningkatkan transaksi kartu kredit.

PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan PT JCB International Indonesia, anak perusahaan JCB International Co Ltd, untuk menjalin kemitraan di bidang penerbitan kartu kredit dan bisnis merchant acquiring.

Tak mau ketinggalan, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) juga menjalin kerja sama dengan PT Total Oil Indonesia. Nantinya, akan tersedia diskon khusus bagi pemegang kartu kredit Bank Mega di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Total.

BERITA TERKAIT

BTN Gandeng Kerjasama Sinergis PT RNI - Pacu Pertumbuhan Kredit Komersil

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar Rp38,14 triliun. Jumlah tersebut tercatat…

Gubernur Sumsel Ingatkan Pembangunan Berpihak pada Rakyat

Gubernur Sumsel Ingatkan Pembangunan Berpihak pada Rakyat NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengingatkan agar pembangunan yang…

BTN Genjot Pertumbuhan KPR di Jawa Timur - Dorong Program Sejuta Rumah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bakal terus memacu ekpansi bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Provinsi Jawa Timur (Jatim)…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…