Selama Lebaran, Transaksi Kartu Kredit Meningkat

NERACA

Masa liburan  lebaran telah usai. Perlu diketahui, pergerakan manusia besar-besaran dalam waktu bersamaan (mudik) beberapa waktu lalu itu tentu diikuti dengan perputaran ekonomi yang besar pula. Ya, perekonomian secara umum jelas meningkat, kelihatan benar pertumbuhannya diantara bulan-bulan yang lain. Hal ini nampak jelas dari meningkatnya transakski melalui kartu kredit.

Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib menuturkan bahwa setiap bulannya nominal transaksi kartu kredit sebesar Rp2 triliun. Selama Lebaran transaksi kartu kredit mengalami peningkatan hampir 100%.

“Pada Juli, transaksi kartu kredit Bank Mega juga meningkat karena itu masa liburan,” jelas dia.

Selain Bank Mega, Bank-bank lain seperti Mandiri dan BNI juga sudah memprediksi terjadinya lonjakan transaksi kartu kredit. Setiap bulan saja, transaksi kartu kredit di bank Mandiiri yang memiliki asset terbesar itu mencapai Rp1,8 triliun sehingga mendekati Idul Fitri, bisa melonjak mencapai Rp2,3-2,5 triliun. Sedangkan transaksi kartu kredit BNI yakni sekitar Rp1,6 triliun dan mendekati Lebaran bisa meningkat mencapai Rp1,8 triliun

Bank Indonesia mencatat transaksi kartu kredit selama  Juni 2013 sebanyak 19,59 juta transaksi dengan nominal Rp18,18 triliun. Padahal, selama Juni 2012 jumlah transaksi sebanyak 18,23 juta transaksi dengan jumlah nominal sebesar Rp16,88 triliun. Namun penaikan jumlah transaksi kartu kredit tak sejalan dengan jumlah yang beredar. Bank Indonesia mencatatkan jumlah kartu kredit yang beredar pada Juni 2013 sebesar 14,7 juta kartu, dari posisi Juni 2012 sebanyak 15,42 juta kartu.

Sekjen Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Dodit Wiweko Probojakti menjelaskan setiap tahunnya volume transaksi  kartu kredit selama lebaran meningkat sekitar 20% hingga 25% dari bulan sebelumnya. Penggunaan kartu kredit selama lebaran banyak digunakan untuk belanja di supermarket.

Ya, kartu Kredit merupakan fenomena industri keuangan modern, dimana sebagai alat penunjang semua kegiatan finansial sehari-hari Kartu kredit juga menjadi pilihan jitu bagi masyarakat pada momen-momen tertentu seperti lebaran. Terbukti, seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat  ketika lebaran dan liburan sekolah, transaksi penggunaan kartu kredit pun cenderung meningkat.

Meningkatnya penggunaan kartu kredit ini disebabkan karena masyarakat banyak menggunakannya untuk keperluan berbelanja. Apalagi saat ini  banyak merchan-merchan yang menyediakan layanan kartu kredit daripada uang tunai.

Kenaikan harga-harga barang, tidak menyurutkan aktivitas para pemegang kartu dalam menggunakan kartu kreditnya untuk berbelanja di hari Lebaran. Tak ayal, penggunaan kartu kredit didominasi untuk pembayaran transaksi di restoran dan supermarket.

Transaksi restoran dan supermarket ini mendominasi baik dari sisi volume maupun nilai transaksi. Selain belanja, penggunaan kartu kredit selama lebaran juga banyak digunakan untuk pembelian tiket dan hotel. 

BERITA TERKAIT

Menkeu Akui Perubahan Drastis NPI - PERSOALAN AKUT DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah guna menjaga perekonomian di tengah tingginya tensi perekonomian global.…

Jumlah Publikasi Ilmiah Meningkat

      Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia, baik dalam bentuk arikel jurnal maupun prosiding konferensi, yang tercatat dalam jurnal…

RUPSLB Tiga Pilar Cari Nahkoda Baru - Membuka Lebaran Baru

NERACA Jakarta – Pasca perseteruan jajaran direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dengan komisaris terkait dengan tuduhan miring…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…