Kemilau Bisnis Cetak Foto

Sabtu, 24/08/2013

Jika dijalankan dengan strategi jitu, usaha cetak foto ternyata mampu menghasilkan keuntungan luar biasa. Alasannya, karena gaya hidup masyarakat kini lebih mengedepankan hal-hal yang simpel dalam hidupnya.

NERACA

Belakangan ini, urusan mencetak foto begitu diminati masyarakat. Ya, dengan bermodalkan hp, foto dengan kualitas lumayan sudah bisa dicetak dengan sempurna. Sontak, urusan membuat pas foto kini tak lagi membutuhkan jasa fotografer andal untuk membidiknya, amatiran pun tak kalah hebat dengan para profesional. Tentunya dengan bantuan pengedit gambar sebelum di cetak.

Nah, urusan mengedit gambar dan cetak foto ini kini banyak dilirik sebagai lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Pasalnya, kini ditengah kondisi masyarakat yang serba instan pastinya mereka tidak mau repot dengan mendatangi sebuah studio foto dan menunggu berhari-hari untuk melihat hasil cetaknya.

Kini dengan waktu dalam hitungan menit foto sudah bisa dilihat hasil cetaknya. Karenanya, keberadaan bisnis cetak foto ini sangat digemari. Selain itu harganya pun cukup ekonomis ketimbang mencuci klise di sebuah studio foto.

“Kalau di studio kan lebih mahal, udah gitu juga kita harus menunggu dua hingga tiga hari untuk proses cetaknya, kalau di sini (cetak foto) kita kasih file dari hp, flashdisk, langsung bisa dicetak dengan cepat,” kata Riza, perempuan yang kini tengah menyelesaikan pendidikan D3 Keperawatan di salah satu Akper di bilangan Jakarta Pusat.

Tak hanya simpel, ternyata biaya mencetak foto juga lebih hemat soal biaya, untuk foto ukuran pas foto biayanya sekitar Rp1.000/lembarnya. Untuk foto berukuran 5R hanya dikenakan biaya sekitar Rp10.000/lembar. Biasanya semakin besar ukuran foto maka biayanya akan semakin mahal.

“Kalau untuk biaya editing beda lagi, tergantung keinginan konsumen semakin rumit tentunya semakin mahal. Tetapi kalau untuk edit foto sederhana, seperti memberi backgraound dan menyimpan hasilnya kembali ke hp atau falshdisk, konsumen hanya dikenakan biaya Rp5.000,” ujar salah satu karyawan cetak foto di bilangan Sukabumi Selatan.

Dengan harga yang ditetapkan, tidak mengherankan rasanya jika usaha ini sangat diminati konsumennya. Buktinya, di tiga usaha cetak foto yang ada di Jl Panjang Raya (Al-falah) Suabumi Selatan, selalu terlihat penuh sesak konsumen yang ingin mencetak fotonya.

Nilai Investasi

Seperti kebanyakan bisnis lainnya, investasi untuk bisnis cetak foto bisa besar bisa juga kecil. Intinya, dengan modal satu unit komputer pentium 4 serta printer, usaha ini sudah bisa berjalan. Tetapi, jika ingin dapat bersaing dengan tempat lain Anda harus melengkapi usaha Anda dengan peralatan lainnya seperti scaner dan lain sebagainya.

Kecuali jika Anda belum memiliki tempat usaha, tentu biaya yang harus dikeluarkan akan semakin besar lagi. Maklum, untuk mengontrak tempat (usaha) di Jakarta harganya sangat mahal.

“Saya pada awalnya hanya bermodalkan Rp35 juta, dulu harga komputer masih mahal makanya saya hanya membeli tiga unit komputer, satu unit scaner, tiga printer, SDM-nya saya ambil dari rekan-rekan s atu almamater saya saat kursus dulu, sementara untuk tempat usahanya saya jadikan emperan rumah untuk tempat usaha,” sebut Rizal, pemilik Rico Printing di kawasan Ulujami Jakarta Selatan.

Intinya, usaha ini tak mengharuskan pelakunya untuk memiliki modal besar, hanya saja jika ingin peluangnya terbuka lebih besar tak ada salahnya menerapkan prinsip modal besar akan menghasilkan untung yang juga lebih besar.