Kondisi Mesin harus Tetap terjaga

Usai Mudik

Sabtu, 24/08/2013

Pengecekan kondisi mesin kendaraan usai mudik memang harus di lakukan, apalagi jika melihat kondisi jarak tempuh yang begitu jauh, tak ayal kondisi kendaraan akan mengalami kelelahan usai pulang mudik.

NERACA

Moment mudik dan arus balik usai merayakan Idul Fitri di kampung halaman telah berakhir, namun yang harus diperhatian kondisi kendaraan Anda, dengan menempuh jarak perjalanan yang jauh, kondisi mesin kendaraan harus di cek.

“Pengecekan mesin memang harus di perhatikan, jika kendaraan anda tidak mau mengalami kerusakan yang begitu parah. Kita ketahui masyarakat banyak yang pulang ke kampung halaman dengan jarak yang begitu jauh, seperti Jakarta-Jogya, Semarang, dan Pekalongan ini kan jarak yang lumayan jauh,” tutur pengamat otomotif, Suhari Sargo.

Menurutnya sebab untuk kenyamanan mudik, pemilik kendaraan harus melakukan servis. Baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat. Seperti biasa jelang arus balik sudah usai, kunjungan bengkel meningkat. Sudah terlihat di beberapa benkel sudah ramai di kunjungi. Banyak mobil dan motor yang melakukan service usai mudik. Sederetan bengkel di wilayah Jakarta Barat sudah kebanjiran kendaraan yang melakukan servis.

Memang sudah menjadi rutinitas setiap tahun, berakhirnya kegiatan pulang kampung pemilik mobil maupun motor pasti melukan cek kendaraan. Berbagai macam pengecekan di bagian kendaraan, seperti mesin, oli dan yang lain-lainya.

Biasanya pemilik kendaraan melakukan cek fisik, cek rem dan sekaligus ganti oli. Ada juga yang salon untuk keindahan warna mobilnya. kata kepala mekanik bengkel wilayah Jakarta Barat, Bambang.

Ia menjelaskan, usai arus balik seperti ini masyarakat yang usai pulang kampung mengunakan kendaraan sendiri memang melakukka pengecekan kendaraan, langkah ini diambil untuk pengecekan secara berkala, agar kendaraan tetap sehat dan nyaman.

Langkah Pengecekan Mesin

Busi atauSpark Plugadalah satu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektrode pada ruang bakar. Busi berfungsi untuk menghasilkan loncatan bunga api (spark) diantara celah elektrode busi di dalam ruang bakar, sehingga campuran udara dan bahan bakar terbakar.

Pada bagian tengah busi terdapat elektrode yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) di luar busi, dan denganground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder.

Busi terdiri dari tiga material utama yaitu logam (metal), keramik (ceramic) dan kaca (glass). Material-material tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Terminal stud, insulator, shell,ground electrode(elektrode negatif) dancentre electrode(elektrode pusat) merupakan bagian yang terpenting dari sebuah busi.

Nah, kondisi busi dapat menjadi alat pendeteksi kondisi fisik sebuah mesin. Cukup mengamati keramik elektroda dan kepala businya, dapat menyimpulkan sehat atau tidaknya mesin. Jadi, jika kondisi busi sangat buruk bisa jadi mesin kendaraan juga mengalami kerusakan. Oleh karena itu, agar kerusakan mesin tidak terlalu parah harus diserpis secara rutin.

Berikut tanda kondisi mesin berdasarkan warna kepala busi.

Busi Normal

Pengapian dan pembakaran yang sempurna ditandai dengan warna coklat keabu-abuan di keramik elektroda. Tidak ada penumpukan deposit, jelaga atau kerak di sekitar kepala busi dan bibir busi.

Hitam Kering

Warna tidak terlalu hitam dan kering menutupi insulator dan elektroda dapat diartikan sebagai campuran udara di karburator terlalu banyak. Dapat pula digambarkan sebagai waktu pengapian yang terlambat atau salah dalam pemilihan tipe busi. Busi dingin cepat melepaskan panas, sedang jenis panas mengumpulkan dan menahan panas agar suhu pencetus api ini stabil.

Busi Kuning

Warna ini menonjol di bagian insulator atau terjadi penumpukkan arang berwarna kecoklatan agak mengilap. Kondisi ini disebabkan mesin sering menanggung beban berat atau sering melakukan akselerasi dan langsung menurunkan gas secara spontan. Namun penyebab utamanya karena sering memakai bahan bakar beroktan tinggi.

Busi Putih

Ini menandakan pencetus api kerap menerima panas berlebih, sehingga elektroda menjadi terbakar. Kondisi busi seperti ini biasa ditemui pada motor yang dipakai di kota besar yang lalu lintasnya sering macet.

Atau pada motor yang sering digeber mesinnya. Bisa jadi, gejala ini terjadi karena waktu pengapian terlalu maju dan pemilihan tipe busi yang cenderung panas. Bisa juga terjadi karena adanya detonasi lantaran oktan bahan bakarnya terlalu rendah dan terjadi penumpukkan kerak.

Busi Meleleh/Patah

Kondisi ini diakibatkan setting pengapian yang tidak tepat. Bisa juga karena oktan terlalu tinggi dan motor dipacu dengan kecepatan tinggi, sehingga suhu di ruang bakar jadi overheating. Elektroda pun menjadi patah dan meleleh.

Busi Hitam Beroli

Pada motor 2-tak, kondisi seperti ini terjadi lantaran campuran oli mesin terlalu kaya atau seal oli bocor. Sedang pada motor 4-tak, penyebabnya seal katup atau katup mengalami kebocoran sehingga oli mesin ikut masuk saat proses pembakaran. Kondisi ini juga dapat terjadi karena liner silinder tergores, atau ring piston yang sudah aus atau patah.