OJK Berambisi Perkuat Investor Lokal

NERACA

Jakarta – Guna memperkuat investor lokal di pasar modal, berbagai cara dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meningkatkan jumlah investor domestik untuk masuk ke pasar modal. Hal ini dilakukan agar pasar modal dalam negeri kedepan tidak lagi bergantung pada investor asing.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal, OJK, Nurhaida mengatakan, pengetahuan masyarakat tentang pasar modal setelah disurvei terlihat sangat rendah, sehingga diperlukan edukasi dan sosialisasi untuk mengenalkan pasar modal kepada masyarakat, “Sosialiasi dilakukan kepada masyarakat, sekolah, dan berbagai perusahaan di Indonesia untuk mengenalkan dan cara berinvestasi di pasar,”katanya di Jakarta kemarin.

Hingga Juli 2013 baru tercatat 300 ribu investor dalam negeri, kondisi tertinggal jauh dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Menurut Nurhaida, langkah edukasi dan sosialisasi juga diiringi dengan penyerderhanaan berbagai peraturan di pasar modal.

Seperti perubahan jumlah lot saham dan fraksi saham. Hal ini, dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan hingga saat ini masih dalam pembahasan perubahan peraturan tersebut. Diketahui, penurunan lot saham dari 500 per lembar menjadi 100 akan efektif telaksana pada 1 Desember tahun ini, “Perubahan lot size dan fraksi harga diharapkan mengakomodasi perdagangan yang lebih efisien dengan menambah kesempatan bertransaksi saham dalam satuan perdagangan yang lebih kecil dan mengurangi potensi tingginya fluktuasi harga,\" tutur Nurhaida.

Sedangkan upaya OJK dalam mendorong perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offring/IPO) dengan mengandeng berbagai asosiasi perusahaan. Lanjut Nurhaida, untuk mencapai itu OJK dan BEI akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, BEI, dan tiga perusahaan Efek seperti PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.\"Nantinya berdiskusi permasalahan yang dihadapi para calon emiten potensial untuk masuk ke pasar modal dan langkah yang harus dilakukan regulator, para lembaga dan profesi penunjang pasar modal untuk membantu perusahaan tertutup masuk bursa,\" ujar dia.

Sedangkan Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengungkapkan, BEI melakukan edukasi ke masyarakat melalui Sekolah Pasar Modal secara gratis dan menerima kunjungan dari perbagai sekolah, perguruan tinggi, dan institusi dari seluruh Indonesia.

Menurut Ito, pada periode Januari sampai Juli 2013 tercatat kunjungan dari akademisi mencapai 142 rombongan dengan total 9.947 peserta, kunjungan dari institusi 27 rombongan dengan total 379 peserta dan kunjungan pribadi 758 orang.

\"Ini dilakukan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat secara luas tentang pasar modal. Sosialiasi juga dilakukan ke berbagai perusahaan dengan menggandeng Kadin, Hipmi, Apindo dan lainnya, \"paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik - Polemik Saksi Ahli WN Asing

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik Polemik Saksi Ahli WN Asing NERACA Medan – Penunjukan saksi ahli dari kalangan…

E-Bookbuilding Rampung Tengah Tahun - Peran BEI Masih Menunggu Arahan OJK

NERACA Jakarta – Mendorong percepatan modernisasi pelayanan pasar modal di era digital saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…