Indorama Investasikan Dana US$ 25 Juta - Bangun Pabrik Benang

NERACA

Jakarta - PT Indorama Synthetics Tbk (INDR), emiten benang polister dan botol plastik ini telah menyerap dana belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$25 juta untuk menambah kapasitas pabrik benang pintalnya pada semester pertama 2013.

Sekretaris Perusahaan PT Indorama Synthetics Tbk VS Baldwa mengatakan, untuk menambah kapasitas pabrik benang pintalnya yang ada di Indonesia dan Uzbekistan hingga mencapai 320 ribu ton per tahun, perseroan investasikan dana mencapai US$40 juta, “Investasi pabrik di Uzbekistan US$40 juta yang sudah dibangun tahun lalu dan tahun ini akan selesai pembangunannya. Sisa dana capex kami sekitar US$10 juta,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurut dia, hingga saat ini pabrik yang berlokasi di Uzbekistan berkontribusi hanya 5% terhadap pendapatan perusahaan, hal ini disebabkan perseroan hanya produksi kapas 100% tanpa ada produksi lainnya.

Nantinya, pabrik di Uzbekistan di tambah dari 7.000 benang pintal per tahun menjadi 10.000 benang pintal per tahun, “Tahun depan diharapkan kontribusinya dapat mencapai 10% Perseroan memilih Uzbekistan sebagai pabrik produksi kapas karena kualitas kapas disana bagus dan murah,”ungkapnya.

Pada tahun ini, perseroan telah menganggarkan capex sebesar US$35 juta dan telah menghabiskan hampir 71%. Sisa dana capex sekitar US$10 juta akan digunakan untuk meningkatkan kinerja perseroan yang akan direalisasikan pada semester II tahun ini.

Hingga semester pertama 2013, perseroan mengalami penurunan pendapatan 5% atau menjadi US$374,26 juta dari periode yang sama tahun 2012 senilai US$396,82 juta. Meskipun alami penurunan pendapatan, laba bersih perseroan alami kenaikan 41% menjadi US$1,09 juta dari sebelumnya US$779,77 ribu.“Kenaikan laba ini disebabkan bahan baku untuk membuat benang polyester turun, selain itu selama semester pertama tahun lalu pengeluaran dana US$285,66 juta. Sementara tahun ini lebih kecil, sekitar US$258,49 juta”, jelas dia.

Selain itu, menurut dia dengan adanya pertumbuhan konomi global yang melambat, menjadikan harga komoditas termasuk minyak dan bahan kimia ikut turun. Tak terkecuali bahan kimia untuk pembuatan benang polister, sehingga ini juga menjadi pendorong naiknya laba perseroan.

Pada semester pertama tahun lalu, laba bersih merosot cukup tajam mencapai 93,13% menjadi US$1,4 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD20,4 juta. Penjualan INDR juga turun menjadi US$396,8 juta, dari sebelumnya sebesar US$405,4 juta.

Perseroan mengekspor hasil produksinya ke 90 negara yang menyebar di Asia, Eropa, Australia, dan Amerika Utara, dan Amerika Latin dengan porsi cukup berimbang. Adapun Klien perseroan yakni perusahaan besar seperti Pepsi, Coca Cola, Nestle, dan Danone. (nurul)

BERITA TERKAIT

93 Juta Sedotan Digunakan Setiap Harinya

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 93 juta batang sedotan plastik digunakan dalam sehari di seluruh Indonesia yang akan…

Gandeng DANA, Ramayana Gelar Pesta Diskon

Pacu pertumbuhan penjualan dan juga jumlah pengunjung, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk berkolaborasi dengan DANA melalui pesta diskon 11.11. Jane…

Capai 4 Juta Pelanggan, BOLT Tingkatkan Kualitas Layanan Supaya Pelanggan Puas

Capai 4 Juta Pelanggan, BOLT Tingkatkan Kualitas Layanan Supaya Pelanggan Puas NERACA Jakarta - PT Internux sebagai penyelenggara layanan BOLT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…