Arti Kemerdekaan Bagi Pakistan

Sabtu, 24/08/2013

Arti Kemerdekaan Bagi Pakistan

Banyak Negara yang merayakan ulang tahun kemerdekaannya pada bulan Agustus. Republik Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Ada 26 negara yang merdeka pada bulan Agustus dengan tahun yang berbeda-beda. Yang tanggalnya sama persis dengan Indonesia adalah Gabon di Afrika, tahun kemerdekaannya 1960.

Lalu, Pakistan memproklamirkan kemerdekaannya pada 14 Agustus 1947, India pada 15 Agustus 1947, Korea Selatan 15 Agustus 1945, Singapura, 9 Agustus 1965, Malaysia 31 Agustus1957, Bahrain 15 Agustus 1971, Kongo 15 Agustus 1960.

Bekas kelompok Uni Sovyet, terdapat Kyrgyztan pada 31 Agustus 1991. Estonia 20 Agustus 1991, dan Ukraina 24 Agustus 1991. Moldova 27 Agustus 1991. Yang termasuk lama merdeka adalah Afghanistan, yaitu pada 19 Agustus 1919, lalu Bolivia 6 Agustus 1825 dan Ekuador 10 Agustus 1809.

Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia juga memperingati hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-66. Duta besar Pakistan untuk Indonesia Sanaullah membenarkan, kemerdekaan satu negara adalah sudah tidak dijajah lagi oleh negara lain. Namun dia mengakui, pemerintah Pakistan masih belum berhasil mewujudkan cita-cita kemerdekaan seperti diinginkan oleh para pejuang perintis kemerdekaannya. Detik-detik kemerdekaan Pakistan dimotori oleh Muhammad Ali Jinnah.

"Kami belum berhasil menjadi negara yang liberal, modern, dan sejahtera. Padahal, Pakistan dilimpahi begitu banyak berkah oleh Allah," tutur Sanaullah usai upacara peringatan kemerdekaan di halaman Kedutaan Besar Pakistan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 14 Agustus lalu. Kendati demikian, Sanaullah tetap bangga terhadap negaranya yang sudah bebas dari penjajahan Inggris, sehingga tidak ada lagi pembedaan dari segi budaya dan identitas.

Menurut dia, inti dari perayaan kemerdekaan adalah perasaan lega, karena tidak lagi berada dalam kungkungan bangsa lain. "Selain itu, kami harus terus berdoa dan mengucap syukur atas semua berkah yang diberikan Allah," tuturnya.

Saat ini, Pakistan sudah menandatangani International Free Trade Agreement dengan Indonesia. Kalau perjanjian ini sudah diratifikasi, Pemerintah Pakistan sangat bisa membeli produk kelapa sawit Indonesia lebih besar. Selama ini Pakistan banyak membeli kelapa sawit dari Malaysia.

Perjanjian perdagangan atau yang disebut Preferential Trade Agreement (PTA) Indonesia dengan Pakistan segera terealisasi. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, perjanjian itu mampu mendorong peningkatan ekspor komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) ke negara tersebut.

Pada 2012 lalu saja ekspor CPO ke negara tersebut mencapai US$ 714 juta dan pada tahun 2013 ini diharapkan akan mampu bertambah sekitar US$ 200 juta-US$ 300 juta. "Nah nanti pada tahun 2014 kita bisa memproyeksikan ekspor kita ke Pakistan dan negara sekitarnya atau ekspor kita yang melalui Pakistan bisa mencapai US$ 1,5 miliar,” kata Bayu. (saksono)