Dana Program Revitalisasi Pasar 2014 Turun

NERACA

Jakarta - Dana program revitalisasi pasar tradisional yang sejatinya bisa dimanfaatkan untuk bisa bersaing dengan pasar modern dan memberdayakan usaha kecil menengah telah mengalami penurunan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, Pemerintah menganggarkan sebesar Rp1 triliun atau telah mengalami penurunan dari 2013 yang dianggarkan sebesar Rp1,2 triliun.

\"Porsi RAPBN untuk perdagangan untuk teruskan program revitalisasi pasar tradisional. Dari total, sedikit di bawah anggaran tahun ini Rp 1,2 triliun. Jadi dikurangi di bawah Rp 1 triliun,\" ujar Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurut Mendag, anggaran yang lebih rendah dibandingkan tahun ini karena hanya meneruskan program-program yang belum selesai pada tahun ini dan nantinya akan dilanjutkan pada tahun depan. \"Dari RAPBN program tersebut hanya meneruskan program pada tahun ini,\" kata dia.

Sebelumnya, keberadaan pasar tradisional semakin tenggelam seiring perkembangan dan menjamurnya pasar swasta atau modern. Konsumen mulai beralih ke pasar modern karena memiliki nilai lebih yang tidak ada di pasar tradisional. Perilaku konsumen diyakini bisa menenggelamkan eksistensi pasar tradisional. Setidaknya ada enam hal yang tidak didapat pada pasar tradisional. Pertama, faktor kesehatan, kebersihan, dan keamanan konsumen.

Faktor kedua, tertib hukum seperti pada ketepatan timbangan. Ketiga, pasar yang mempromosikan dan sebisa mungkin menjual produk dalam negeri. Faktor keempat, pasar yang peduli pada konsumen. Kelima, peduli pada lingkungan. Terakhir, pasar yang melindungi identitas masyarakat setempat. Pemerintah mengklaim tidak tinggal diam menjaga eksistensi pasar tradisional. Salah satunya melalui program revitalisasi. Sejak tahun 2005 hingga 2012, pemerintah telah mengalokasikan anggaran revitalisasi pasar sebesar Rp 2,3 triliun termasuk di dalamnya anggaran per bantuan maupun alokasi khusus. Sejauh ini sebanyak 1.568 pasar diklaim telah direvitalisasi.

Omzet meningkat

Sebelumnya, Gita pernah menjelaskan bahwa Pemerintah terus berupaya merevitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. Hal itu terbukti efektif dengan meningkatnya omzet para pedagang kecil. \"Hasil evaluasi terhadap kinerja 10 pasar percontohan yang dibangun tahun 2011 menunjukkan para pedagang di pasar-pasar tersebut secara bertahap telah meningkat omzet transaksinya sebesar 33 persen hingga 85 persen dibandingkan sebelum pasar direvitalisasi,” ucap Gita.

Menurut dia, upaya pemerintah merevitalisasi pasar bertujuan agar pasar tradisional menjadi bersih, nyaman, tertib dan sejuk sehingga mampu memperlancar arus distribusi barang. Selain itu juga untuk menjaga stabilitas harga, serta mengurangi disparitas antardaerah dan antarwaktu.

\"Setelah direvitalisasi, pasar-pasar ini diharapkan dapat menjadi barometer stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok dan dapat berperan secara strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kebumen, yang pada akhirnya berkiprah dalam kemajuan perekonomian nasional,\" paparnya.

Menurutnya, pasar juga berperan penting terhadap kemajuan ekonomi masyarakat dan pedagang kecil. Gudang kata dia, juga memainkan peran penting dalam menjaga kecukupan stok, menstabilkan harga serta meningkatkan pendapatan petani. \"Sistem resi gudang merupakan salah satu instrumen penting dan efektif dalam sistem pembiayaan perdagangan. Sistem ini dapat memfasilitasi pemberian pembiayaan kepada pelaku usaha dengan agunan inventori (komoditas yang disimpan di gudang) yang dimiliki pelaku usaha terutama kelompok tani dan UKM,\" sebutnya.

Di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merevitalisasi beberapa pasar di Jakarta yang kondisinya tidak layan dan tidak terurus. \\\"Kami ingin revitalisasi. Ada lima kok yang mau kami lakukan,\" ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Basuki atau sapaan akrabnya Ahok menjelaskan hingga kini pihaknya terus melakukan perencanaan revitalisasi pasar, salah satunya pasar Blora yang berada dekat Jalan Sudirman. \"Kami sudah memiliki gambarnya,\" tutur Ahok.

Sebelumnya juga diberitakan, Pemprov DKI bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki agenda merevitalisasi pasar tradisional di Jakarta. Sebagai langkah awal, revitalisasi pasar akan dilakukan di daerah Meruya, Jakarta Barat. Pasar tersebut akan disulap menjadi pasar yang lebih modern sebagai pencontohan. \"Dan untuk revitalisasi pasar tersebut bersumber dari APBN dan APBD,\" ujar Jokowi.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan DKI Ratnaningsih mengatakan dana yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan sebesar Rp 5 miliar. Anggarannya sekitar Rp 4,9 miliar, ya dibulatkan Rp 5 miliar. Sedangkan dana APBD sebesar Rp 2,5 miliar. Nantinya, kata Ratnaningsih, pengelolaan pasar tersebut akan masuk pada UPT Lokbin. Ada 20 lokbin yang saat ini dimiliki oleh Pemprov DKI. \"Totalnya ada 20, yang dana APBD itu ada 7 pasar. Tahun ini, kita dapat 1 pasar yang dananya bersumber dari APBN,\" ujarnya.

Related posts