Golden Energy Ubah Perjanjian Kredit Dua Anak Usaha

NERACA

Jakarta-Untuk meningkatkan kinerja anak usahanya, manajemen PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melonggarkan fasilitas pinjaman yang diberikan kepada kedua anak usahanya, PT Karya Cemerlang Persada (KCP) dan PT Bara Harmonis Batang Asam (BHBA). Hal tersebut dilakukan dengan mengubah perjanjian kredit dari sisi penambahan nilai maupun perpanjangan waktu pinjaman.

Untuk fasilitas pinjaman yang diberikan kepada KCP, perseroan telah memberikan penambahan fasilitas pinjaman dari US$20 juta menjadi US$25 juta. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pengeluaran modal biaya pengembangan infrastruktur pertambangan batubara.

Jangka waktu pinjaman pada 15 Oktober 2012-14 Oktober 2014 dengan suku bunga pinjaman 8% untuk dolar AS dan 12% untuk rupiah per tahun. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perseroan, Sudin S H dalam keterangan yang diterbitkan di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain itu, perseroan juga memberikan perpanjangan jangka waktu fasilitas pinjaman kepada PT Bara Harmonis Batang Asam pada 14 Agustus 2013 untuk pinjaman senilai US$50 juta. Jangka waktu pinjaman tersebut berubah dari 19 Juli 2011-31 Juli 2013 menjadi 19 Juli 2011-31 Juli 2014. Suku bunga pinjaman sebesar 8% untuk dolar Amerika Serikat dan 12% untuk rupiah per tahun.

Dana pinjaman ini juga digunakan untuk pengeluaran modal dan biaya pengembangan infrastruktur pertambangan batu bara. Asal tahu saja, perseroan mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp 179 miliar di tahun 2012 dibandingkan laba di tahun sebelumnya Rp 319 miliar. Penurunan laba tersebut diklaim sejalan dengan melemahnya harga jual batubara.

Meski demikian, perseroan mencatatkan peningkatan produksi sebesar 22% dari 4,39 juta ton di tahun 2011 menjadi 5,345 juta ton di tahun 2012. Volume penjualan meningkat sebesar 35% dari 5,689 juta ton di tahun 2011 menjadi 7,687 juta ton di tahun 2012, dengan volume trading 2,176 juta ton (1,576 juta ton di tahun 2011). Sementara pendapatan perseroan juga meningkat sebesar 38% menjadi Rp 3,969 miliar.

Presiden Direktur GEMS Fuganto Widjaja mengatakan, tahun 2012 adalah tahun tantangan bagi seluruh industri pertambangan, tidak terkecuali GEMS.\"Di saat harga batubara menurun, harga solar mengalami kenaikan yang disertai depresiasi Rupiah yang memperburuk ekonomi bisnis. Kami fokus pada operasional dan meningkatkan efisiensi dan kapabilitas,\" jelasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…