Bergerak Fluktuatif, IHSG Diklaim Masih Positif

NERACA

Jakarta- Meski diterpa sentimen negatif dari kondisi makro global dan dalam negeri, pihak otoritas bursa efek meyakini fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan dinamika pasar modal. IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,87%, dari 4.316,687 pada akhir tahun 2012 menjadi 4.699,733 pada 14 Agustus 2013.“Nilai kapitalisasi pasar saham juga mengalami peningkatan sebesar 12,79 persen dari Rp4.127 triliun pada akhir pada Desember 2012 menjadi Rp4.655 triliun pada 14 Agustus 2013,” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Kamis (15/8).

Meningkatnya kapitalisasi pasar tersebut, menurut Ito didorong oleh naiknya harga saham dan masuknya emiten baru. Pihaknya mencatat, ada sebanyak 12 calon emiten yang sedang dalam proses. Sementara, sepanjang 2013 ini ada sebanyak 24 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya dengan total emisi sekitar Rp12,79 triliun. Sejumlah perusahaan yang listing tersebut antara lain PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Selain itu, PT Apexindo Pratama Duta (APEX) (relisting), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Semen Indonesia Tbk (SMBR), PT Electronic City Indonesia (ECII), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), PT Bank Mintraniaga Tbk (NAGA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal, OJK, Nurhaida mengatakan perbandingan indeks beberapa bursa di negara regional, Indonesia berada di posisi ke enam pertumbuhan indeksnya setelah Jepang, China, Fhilipina, Australia, Malaysia.

Dirinya menjelaskan, indeks Jepang mengalami pertumbuhan 33,40%, China sebesar 15,18%, Philipina sebesar 11,83%, Australia 8,87%, dan Malaysia sebesar 7.19%. “Kesemua ini pada periode 2 Januari sampai 13 Agustus tahun ini,” ucap Nurhaida.

Untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal, sambung dia, OJK berencana mengundang sebanyak 100 perusahaan di Jakarta untuk mendorong perusahaan-perusahaan tersebut go public. Termasuk juga yang berada di wilayah Surabaya dan Makassar. “Yang memenuhi syarat mungkin lebih. Namun, ini kita lakukan secara bertahap.” ucapnya.

Di samping itu, pihaknya juga akan memperluas basis investor domestik dan pengembangan pasar obligasi. Untuk perluasan basis investor, sambung dia, yaitu melalui penerapan E-channel dalam industri pengelolaan investasi dengan mempersiapkan landasan hukum transaksi elektronik reksa dana.

(lia)

BERITA TERKAIT

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

Debat Capres Apa Masih Menarik?

Oleh: Sigit Pinardi Debat calon presiden-calon wakil presiden pertama dalam rangkaian Pemilihan Umum 2019 akan digelar di Hotel Bidakara, Jakarta,…

Diburu Profit Taking, Laju IHSG Makin Loyo

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/1) awal pekan kemarin, seharian berada di zona…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…