"Siapa Saja Bisa Menyusul" - Kasus Suap di Industri Migas

NERACA

Jakarta - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan bahwa siapa saja bisa menyusul Rudi Rubiandini dalam kasus-kasus penyuapan di sektor migas. “Korupsi bisa di mana saja, di mana ada kewenangan, ada proses pelelangan, ada perizinan, bisa terjadi penyalahgunaan, termasuk di migas,” kata Pri kepada Neraca, kemarin.

Penyelewengan, lanjut Pri, selain terjadi di tahap perdagangan seperti yang terjadi pada kasus Kernel Oil yang menyeret Rudi, juga bisa terjadi di lini lain, seperti di eksplorasi. “Semuanya bisa, kita bicara perizinan eksplorasi, itu juga bisa terjadi penyelewengan. Menterinya (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik) disuap bisa juga,” ujar Pri.

Namun begitu, lanjut Pri, jangan dianggap penyelewengan semacam itu hanya terjadi di sektor migas. Seluruh sektor yang di situ ada kewenangan sangat mungkin untuk terjadi penyelewengan. “Dalam kepolisian kan juga terjadi, padahal kepolisian adalah pihak yang mengawasi. Jadi penyelewengan di sektor migas seperti fenomena korupsi pada umumnya saja,” ujar dia.

Penyalahgunaan wewenang bisa terjadi meskipun pejabat terkait mempunyai image yang baik di mata masyarakat atau di lingkungan pergaulannya. “Saya tidak kenal sosok Rudi, tapi yang jelas penyelewengan bisa terjadi selama ada kewenangan,” kata Pri.

SKK Migas, lanjut Pri, mempunyai kewenangan untuk menunjuk pihak-pihak yang menjual. Sementara pihak swasta berlomba-lomba untuk ditunjuk karena terdapat keuntungan yang besar di dalamnya. Maka mungkin saja swasta melakukan berbagai cara agar ditunjuk. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Ancaman Serangan Siber ke Industri Keuangan Meningkat

    NERACA   Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengingatkan ancaman serangan siber terhadap sistem…

Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September - Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…