BPSK Kabupaten Sukabumi Kebanjiran Pengaduan

Jumat, 16/08/2013

Sukabumi - Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kebanjiran pangaduan konsumen. Rata-rata pengaduan yang masuk tentang persengketaan konsumen dengan leasing. Selain itu ada pula pengaduan perbankan.

Kepala Sekretariat BPSK Kabupaten Sukabumi, Memed Jamaludin membenarkan banyaknya pengaduan yang masuk setelah H+6 lebaran. “Ada sekitar 12 orang yang mengadu. Konsumen rata-rata mengadukan pelaku jasa pembiayaan (leasing),” ujar Memed kepada NERACA, Kamis (15/8).

Selain pelaku jasa pembiayaan, pengaduan lainnya tentang klaim asuransi BJB oleh sejumlah PNS. “Kasus ini sebelumnya sudah pernah ditangani oleh BPSK. Namun masih ada PNS yang melaporkan BJB krena belum menerima dana restitusi,” papar Memed.

Padahal, lanjut Memed, soal restitusi BJB, pihaknya kembali baru memutuskan perkara. “Selama ini kita sudah tiga kali memutuskan perkara BJB. Pertama pengaduan perorangan PNS, kedua pengaduan massal, ketiga pengaduan perorangan dan sekarnag juga pengaduan perorangan,” sebut dia.

Apabila dikalkulasikan, tambah Memed, selama bulan Agustus, jumlah pengaduan yang telah masuk ke BPSKmencapai 45 kasus. “Dari 45 kasus itu telah di tangani sekitar 25 kasus dan telah memenuhi ketetapan keputusan. Sisanya sekitar 20 kasus masih tahap mediasi. Dan kini ditambah 12 kasus,” ungkap Memed.

Ia menyatakan, keduabelas kasus yang masuk sekarang ini, rata-rata mengadukan soal denda kredit yang diterima konsumen akibat keterlambatan pembayaran cicilan kredit. “Kita nanti akan mengupayakan persoalan ini segera ditangani,” katanya.