OJK Kantongi Dua Calon Direksi IPF

Persiapan pembentukan lembaga perlindungan nasabah pasar modal atau Investor Protection Fund (IPF) sudah matang dan rencana akan segera beroperasi akhir tahun ini. Namun untuk mencari pejabat direksi belum rampung, hanya saja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim sudah mengantongi dua calon direksi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, sudah ada dua calon dari kalangan pasar modal dan industri keuangan untuk menempati posisi direksi.

Nantinya, lembaga ini diberi nama PT Perlindungan Investor Efek Indonesia (PIEI) yang pengawasannya berada di bawah perlindungan OJK, “Sudah ada 2 orang untuk posisi direksi, ini dari kalangan pasar modal ya, pokoknya kalangan industri keuangan, mereka-mereka yang mengerti pasar modal,”ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini para calon direksi tersebut sedang dalam tahap fit and proper test untuk bisa lolos dan layak menjadi pimpinan di lembaga yang melindungi dana investor pasar modal itu.\"Lembaga ini kan harus punya direksi komisaris itu diajukan oleh pemegang saham dan saat ini sedang dilakukan fit and proper test oleh OJK, kalau direksi sudah lulus maka perusahaan ini bisa dilaksanakan,\" terangnya.

Nurhaida menyebutkan, untuk perlindungan dana investor, pihaknya akan menjamin sebesar Rp 50 miliar. Untuk tahap awal, perlindungan dana nasabah akan ditanggung oleh KPEI, KSEI, dan BEI selaku ortoritas di pasar modal selama 2 tahun pertama. Selanjutnya, OJK akan memberlakukan pungutan kepada masing-masing anggotanya untuk perlindungan dana investor ini.\"Awal oleh KPEI, KSEI, dan bursa nanti IPF akan ada income baru yaitu pungutan dari anggotanya. Saat ini ketentuan 2 tahun pertama dikontribusi SRO dengan modal demikian. Nanti ada beberapa ketentuan dalam bentuk surat edaran OJK tentang ketentuan bagaimana dan tata cara pemberian jaminan dan lain-lain,\" kata dia. (bani)

BERITA TERKAIT

Walikota Pontianak, Sutarmidji Torehkan Dua Penghargaan

NERACA Jakarta - Sejak menjabat sebagai Wali Kota Pontianak selama dua periode, Sutarmidji atau biasa disapa Bang Midji telah berhasil…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi

OJK: Sumatera Selatan Bidikan Perbankan untuk Ekpansi NERACA Palembang - Kota Palembang, Sumatera Selatan, menjadi bidikan kalangan perusahaan perbankan untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…