Warga Depok Usulkan Bendungan Pintu Air

Pasca Terjangan Banjir Pondok Sukmajaya

Jumat, 16/08/2013

Depok - Pasca musibah banjir yang menerjang dan merendam ratusan rumah yang merugikan berbagai infrastruktur ekonomi dan sentra bisnis, Warga Kota Depok khususnya yang menjadi korban paling parah di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, mengusulkan perlu dengan segera dibangun bendungan yang juga berfungsi sebagai pintu pengendali air.

Usulan ini mengantisipasi agar jangan terjadi lagi adanya bencana banjir yang hanya melanda pemukiman warga yang terkena dampak adanya bangunan perumahan mewah yang hanya menyelamatkan areanya sendiri. Demikian rangkuman keterangan yang berhasil dikumpulkan NERACA dari berbagai sumber.

Menurut salah seorang warga yang mengikuti musyawarah warga perumahan Pondok Sukmajaya, Galih, usulan tersebut sudah menjadi keputusan warga yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Depok. “Usulan tersebut merupakan antisipasi yang perlu mendapat perhatian pemerintah agar saat musim hujan yang sebentar lagi datang, membuat keruagian puluhan miliar warga terjadi lagi,” katanya menegaskan saat memantau musyawarah warga yang berlangsung baru-baru ini..

Berdasarkan data yang diperoleh NERACA, kerugian terjangan banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Kali Kupret diataranya; dua minimarket, pabrik tahu puluhan mobil dan motor, ribuan perabot rumah tangga dari ratusan rumah, serta berbagai kebutuhan bahan pangan lebaran dan lainnya. Apalagi, ditambah oleh kekecewaan warga sudah mulai dirasakan, saat awal bencana terjadi. Karena, tidak satupun aparatur pemerintah baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan, Dinas dan instansi terkait yang mau melihat langsung warga yang terkena dampak bencana terjangan banjir tersebut.

“Kami warga yang terkena bencana diterjang banjir, hanya berusaha bertahan dan pasrah pada kondisi yang terjadi. Segala persiapan bahan pangan dan perabotan rumah tangga habis terendam dan terbawa arus air yang menerjang kawasan di Blok D perumahan ini,” tutur Siswanto salah seorang warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Depok Ir H Enco Kuryasa MT, saat dihubungi melalui telepon genggam, juga menanyakan kepada NERACA lokasi penyebab terjadinya terjangan banjir yang merugikan banyak warga dan infrastruktur ekonomi. Namun, karena laporan yang diterima dari stafnya hanya daerah genangan banjir dan aliran air dari hulu yang perlu ditingkatkan. Sementara tentang banjir yang melanda warga Pondok Sukmajaya, Kadis BMSDA masih belum tahu persis lokasi penyebab banjirnya.

“Tetapi secara prioritas usulan warga itu akan menjadi masukan yang akan diprioritaskan pembangunannya pada Tahun Anggaran 2014 nanti. Sedangkan untuk sementara ini kami telah memperbaiki tanggul yang jebol dan memperbaiki bagian lainnya yang rusak akibat terjangan banjir,” ujar Enco Kuryasa menjelaskan.

Sementara itu hasil survey NERACA yang diantar warga setempat, sumber terjadinya terjangan banjir, karena jebolnya tanggul Kali Kupret yang memisahkan Perumahan Mutiara dengan Perumahan Pondok Sukmajaya. Posisi tanggul yang jebol berada di Blok D di Perumahan Pondok Sukmajaya (sekitar 200 meter dari belakang Kantor Kelurahan Sukmajaya, red).

“Kali Kupret ini dibuat oleh pengembang Perumahan Mutiara sebagai kompensasi mengalihkan Kali yang sudah ada sejak bumi Depok ini ada. Kali yang lama diuruk dan sebelumnya berada di tengah Perumahan Mutiara,” tutur Dalima yang ikut dalam survey tersebut menjelaskan juga bahwa perumahan Murtiara juga membuat Bendungan pintu air, tapi hanya untuk menyelamatkan warga perumahannya sendiri yang mengirbankan waga Pondok Sukmajaya.

Menurutnya, perubahan dan pengalihan Kali tersebut juga tidak mendapat persetujuan warga Pondok Sukmajaya. Namun, secara diam-diam dengan cara membuat pagar tinggi, pengembang tetap melakukan penggalian membuat kali baru yang sekarang disebut Kali Kupret.

Kali tersebut, lanjutnya, dibuat tidak sesuai desain konstruksi untuk mengalirkan air yang baik dan tidak membahayakan warga Pondok Sukmajaya. Bahkan ada aliran kali yang berbentuk “Leter T” yang berada di Blok D. Tanggul ini yang jebol hingga membuat derasnya air menerjang perumahan warga hingga menelan banyak korban materi secara ekonomi dan psikologis warga yang akan berlebaran Idul Fitri.

“Kami Warga Pondok Sukmajaya sudah beberapa tahun lalu mengingatkan pemerintah agar tanggul yang sudah lama bocor dan retak agar diperbaiki. Namun pihak kelurahan hanya janji dan tak pernah direalisasi jika tidak terjadi bencana sekarang ini. Oleh sebab itu, perlunya bendungan pintu air pengendali banjir, agar segera direalisasikan. Bahkan kalau perlu jangan sampai menunggu tahun anggaran 2014, tapi lakukan pada tahun anggaran 2013 ini,” tandas Galih yang juga adalah tokoh mahasiswa Universitas Indonesia yang dilahirkan di daerah ini. dan sebelum ada perumahan Mutiaran tak pernah ada banjir.