Ketua OJK: Jangan Remehkan Peran Pasar Modal

Menjadi Sumber Pendanaan

Jumat, 16/08/2013

NERACA

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai saat ini pasar modal memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. OJK tengah berupaya agar pasar modal menjadi alternatif pendanaan yang bisa diakses oleh masyarakat yang akan mendorong perekonomian.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, pihaknya berharap sektor ini dapat tumbuh dan berkembang hingga bermanfaat bagi perekonomian dan masyarakat. Selain itu, peran industri pasar modal dalam mendukung pendanaan bagi perusahaan untuk meraih modal ekspansi tidak bisa dianggap kecil, “Kebutuhan modal industri perbankan terus dibutuhkan untuk mendukung ekspansi, kita sudah antisipasi ini agar perbankan melakukan go public, pasar modal dapat menjadi salah satu sumber pendanaan,”katanya di Jakarta, Kamis (15/8).

OJK sendiri menginginkan pasar modal sebagai sumber pendanaan yang mudah diakses, efisien, dan kompetitif sehingga menjadi sarana investasi yang atraktif dan kondusif, dan menjadi industri yang stabil, tahan uji dan likuid.

Dalam mewujudkannya, OJK merancang beberapa kegiatan yang fokus di bidang pasar modal dan salah satunya, gerakan cinta pasar modal.“Kegiatan ini adalah upaya untuk mendorong pendalaman pasar modal melalui peningkatan supply and demand di pasar. Pendalaman pasar itu juga termasuk di dalam upaya membangun sinergi antara pasar modal, perbankan, dan industri keuangan non bank (IKNB) baik konvensional maupun syariah”, jelasnya.

Menurutnya, sektor tersebut harus tumbuh dan berkembang bersama dan saling melengkapi dan dengan dibentuknya pengaturan yang harmonis. Nantinya akan saling mempengaruhi antara pertumbuhan industri perbankan dan IKNB demikian pula sebaliknya. Dalam meningkatkan supply di pasar modal, OJK terus berusaha untuk menyederhanakan prosedur penawaran umum dan melakukan rasionalisasi kewajiban keterbukaan informasi berkelanjutan.

Cinta Pasar Modal

Kata Muliaman Hadad, OJK merencanakan untuk melakukan grand launching Gerakan Cinta Pasar Modal dan juga Temu Calon Emiten untuk mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia dan mampu memperkenalkan indusrinya lebih mendalam kepada masyarakat.“Kami juga akan fokus mendorong industri pasar modal domestik sebagai sumber pendanaan serta sarana investasi yang atraktif dan kondusif bagi masyarakat. Selain itu kami juga optimis perusahaan sektor perbankan di Indonesia akan melakukan pelepasan saham ke publik melalui IPO”, ujar dia.

Dalam memperingati 36 tahun Pasar Modal Indonesia, dia menjelaskan tiga momen penting dalam perkembangan keberadaannya. Yaitu era deregulasi tahun 1987-1990, dengan kebijakan tersebut, jumlah emiten yang tadinya hanya sebanyak 25 emiten meningkat menjadi 145 emiten.

Kedua, adanya Undang-undang (UU) pasar modal yang diterbitkan tahun 1995 memberi kerangka hukum pembinaan bagi pasar modal dan menjadikannya sebagai regulator kuat. “Upaya keras tidak hanya menggabungkan fungsi regulator, namun mengefektifkan fungsi penawaran agar menjadi industri keuangan yang bermanfaat” ujar dia

Sehingga dengan UU ini, pasar modal menjadi sumber pendanaan yang mudah diakses dan ranah investasi yang aman. Terakhir, beralihnya pengawasan modal dan lembaga keuangan non bank ke naungan OJK.“Ini merupakan tahapan penting karena pengawasan keuangan kini dilakukan sepenuhnya oleh OJK. Upaya mendorong pendalaman pasar modal yang dilakukan OJK, adalah dengan mensinergikan antara keberadaan pasar modal, perbankan dan Industri Keuangan Non Bank baik konvensional maupun syariah. Sebab, tiga lembaga tadi saling terkait dan tak bisa dipisahkan”, jelasnya.

Dia menambahkan semua ini penting, jika pasar modal dikaitkan dengan ASEAN Economic Community (AEC), yang harus mempersiapkan diri agar pasar modal menarik, kompetitif dan memiliki daya tahan. Selain itu juga perlu penyederhanaan peraturan harus dilakukan agar minat investor makin mengemuka. (nurul)