Wamen PU Berharap Dorong Sektor Jasa Konstruksi - Konstruksi Indonesia 2013

NERACA

Jakarta – Perhelatan akbar Konstruksi Indonesia 2013 yang akan dilaksanakan pada 13-15 November 2013 mendatang diharapkan dapat mendorong sektor industri dan jasa konstruksi di Indonesia. Menumbuhkembangkan kepercayaan dan kebanggaan masyarakat terhadap kemampuan pelaku konstruksi nasional dalam menghasilkan produk-produk infrastruktur merupakan ajang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pelaku konstruksi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak. “Acara ini juga dapat menjadi ajang promosi dalam rangka membangkitkan investasi dan gairah konstruksi nasional,” kata Dardak di Jakarta, Kamis (15/8).Dia menilai, sejauh ini telah terjadi peningkatan pada industri konstruksi Indonesia. Contoh yang paling mudah terlihat adalah bahwa dahulu ketika membangaun infrastruktur jembatan, semuanya dibangun di lapangan. Biaya konstruksinya menjadi mahal, kualitasnya pun terbatas.

Hal ini berbeda dengan sekarang, misalnya, pembangunan Jalan Cipete Raya yang dibuat dengan skala massal di pabrik yang akhirnya dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi. Manajemen selama masa konstruksi juga membaik. “Industri konstruksi juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan nasional. Industri konstruksi tumbuh lebih besar. Bahkan saat di Eropa sulit petumbuhannya, pertumbuhan kita ditopang industri konstruksi,” jelas Dardak.

Secara agregat, lanjut dia, industri konstruksi menyumbang lebih dari 10% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini sangat signifikan.Konstruksi Indonesia telah diselenggarakan sejak 2003. Acara ini diharapkan menjadi sarana informasi dan komunikasi dunia konstruksi Indonesia. Para tahun ini Konstruksi Indonesia mengangkat tema Mempersiapkan Daya Saing Konstruksi Indonesia Menghadapi Era Masyarakat ASEAN.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional, Tri Widjajanto merasa banyak manfaat yang dapat diambil dari Konstruksi Indonesia. “Yang kami rasakan dari penyedia jasa itu suatu apresiasi dan pembentukan kompetensi. Dengan adanya Konstruksi Indonesia ini, misalnya lomba foto konstruksi, itu bisa kita bawa ke dalam, pelajari dan bisa buat seperti itu. Manfaatnya besar dan bergengsi. Event ini untuk meningkatkan daya saing korporasi,” jelas Tri. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Anak Usaha AKRA Tambah Kapasitas Penyimpanan - Geliat Bisnis Sektor Hilir Minyak

NERACA Jakarta - PT Jakarta Tank Terminal (JTT), perusahaan patungan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan Royal Vopak akan menambah…

Indonesia Belum Miliki Cadangan BBM Nasional

      NERACA   Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan harus adanya pengadaan…

IPO SKY ENERGY INDONESIA

Direktur Utama PT Sky Energy Indonesia, Jackson Tandiono (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Independen Pui Siat Ha, Direktur Hengky Loa,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Naik 10,1%

      NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke…

Muliaman Hadad Ditunjuk jadi Dubes RI untuk Swiss

    NERACA   Jakarta-Mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad resmi ditunjuk menjadi Duta Besar…

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…