Akhir Pekan, IHSG Bergerak Menguat Terbatas

Jumat, 16/08/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 14,604 poin (0,31%) ke level 4.685,129. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 4,961 poin (0,63%) ke level 781,325. Aksi ambil untung pelaku pasar menjadi pemicu melemahnya indeks di tambah sentimen negatif dari pasar global.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan indeks BEI banyak di picu aksi ambil untung pelaku pasar meskipun diakhir perdagangan indeks sempat membaik, “Menjelang penutupan perdagangan, pergerakan IHSG BEI berangsur membaik meski akhirnya tetap berada di area negatif," katanya di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut dia, langkah BI mempertahankan BI Rate di level 6,50% menjadi katalis positif bagi IHSG BEI. Langkah mempertahankan BI Rate diambil guna menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. BI Rate tercatat telah naik hingga 75 bps dari 5,75% menjadi 6,5% di bulan Juni dan Juli 2013. Sebelumnya para pelaku pasar sudah memprediksi BI Rate akan naik namun ternyata keliru.

Dirinya memproyeksikan indeks BEI Jum’at akhir pekan akan bergerak berfluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas."Saham sektor properti, konsumer, dan perbankan dapat menjadi pilihan perdagangan saham pada akhir pekan ini di kisaran 4.667--4.710 poin,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, sektor konstruksi dan infrastruktur berhasil menguat berkat aksi beli ini, namun sayang gagal membawa IHSG positif. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.460 kali pada volume 3,82 miliar lembar saham senilai Rp 5,3 triliun. Sebanyak 104 saham naik, sisanya 134 saham turun, dan 106 saham stagnan. Bursa-bursa regional akhirnya kompak ditutup di teritori negatif sore. Sentimen jatuhnya Wall Street semalam mendorong aksi jual di pelaku pasar Asia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 5.000 ke Rp 215.000, Matahari (LPPF) naik Rp 1.000 ke Rp 14.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke 43.600, dan Surya Toto (TOTO) naik Rp 750 ke Rp 8.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.400 ke Rp 28.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.000 ke Rp 17.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 79.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 30.700.

Pelemahan indeks BEI juga terjadi pada perdagangan sesi I, dimana IHSG terkoreksi 27,200 poin (0,58%) ke level 4.672,533. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 5,558 poin (0,71%) ke level 780,728. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Indeks terus meluncur cukup tajam sampai ke posisi terendahnya hari ini di 4.667,826.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 59.226 kali pada volume 1,82 miliar lembar saham senilai Rp 2,193 triliun. Sebanyak 71 saham naik, sisanya 136 saham turun, dan 94 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak mixed pada sesi pertama. Melonjaknya harga minyak dunia dan bursa global yang negatif menjadi faktor penekan perdagangan bursa.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 750 ke Rp 13.750, Nipress (NIPS) naik Rp 600 ke Rp 9.100, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 7.100, dan Bank Danamon (BDMN) naik Rp 200 ke Rp 4.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 28.350, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 30.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 17.850, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 350 ke Rp 6.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 16,76 poin atau 0,36% ke posisi 4.682,97. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,26 poin (0,54%) ke level 782,02, “IHSG BEI dibuka melemah seiring dengan sentimen negatif dari bursa regional dan potensi 'profit taking' setelah menguat sekitar 2,5 persen dalam dua hari terakhir," kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, sektor konsumer cukup rentan terhadap koreksi setelah menguat signifikan dalam dua hari terakhir diikuti sektor pertambangan dan infrastruktur. Bursa regional di antaranya indeks Hang Seng, dibuka menguat 24,19 poin (0,11%) ke level 22.565,32, indeks Nikkei-225 turun 162,81 poin (1,16%) ke level 13.887,35 dan Straits Times melemah 14,32 poin (0,44%) ke posisi 3.234,34. (bani)