Cermati Koreksi, Saatnya Mainkan Empat Saham

Kamis, 15/08/2013

NERACA

Jakarta-Hampir mayoritas sektor pada perdagangan kemarin mengalami penguatan, terkecuali sektor komoditas pertambang dan perkebunan. Hal tersebut ditengarai adanya ekspektasi hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan tetap mempertahankan level BI rate di 6,5%, diikuti dengan penguatan saham-saham big caps di perbankan.

Kepala Riset Trus Securities, Reza Priyambada mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4627-4655 dan resistance 4725-4738. “Berpola menyerupai hammer sedikit melewati middle bollinger bands (MBB). MACD masih menipis dengan histogram positif yang naik. RSI, William\'s %R, dan Stochastic masih upreversal dari area oversold.” jelasnya di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurut dia, secara teknikal IHSG masih cukup positif setelah melampaui target resistance 4672. Meskipun kenaikan ini belum dapat mengimbangi kenaikan sebelum fase penurunan pada akhir Juli, namun masih ada ruang bagi IHSG untuk mempertahankan laju positifnya. “Asalkan tidak dimanfaatkan untuk aksi profit taking semata. ” ujarnya.

Dalam kondisi ini, dia menyarankan pelaku pasar untuk mempertimbangkan beberapa saham untuk diakumulasi antara lain KLBF, JSMR, MAIN, dan AISA. Dirinya menyebutkan, KLBF memiliki target support 1440-1480 dan resistance 1520-1540. JSMR, support di level 5900-6050 dan resistance di level 6250-6350. Sementara MAIN, support di level 3275-3325 dan resistance di level 3425-3450. Adapun AISA dipertimbangkan dengan target support 1280-1310 dan resistance 1360-1390.

Dia mengatakan, menguatnya IHSG pada perdagangan kemarin seiring kembali reboundnya bursa saham AS dan masih positifnya laju bursa saham Eropa berimbas positif pada laju bursa saham Asia, terlebih IHSG. “Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk banyak melakukan aktivitas trading.” ucapnya.

Meski secara sektoral, sambung dia, komoditas mengalami pelemahan, namun masih adanya beberapa saham yang positif di dalamnya menambah laju IHSG semakin atraktif. Alhasil, sepanjang perdagangan, IHSG pun menyentuh level 4699,73. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Dirinya mengungkapkan, bursa saham Asia bergerak variatif seiring sentimen negatif dari sempat dibatalkannya laju perdagangan di bursa saham Hong Kong pada sesi 1 karena badai. Sementara Shanghai merespon negatif di mana saham-saham sumber daya energi mengalami pelemahan dengan ekspektasi badai akan mengganggu kinerja operasionalnya dan keraguan pelaku pasar terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi China.

Untuk Indeks Nikkei, kata dia, masih positif terimbas laporan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe, yang mempertimbangkan memotong pajak perusahaan dan merespon pajak penjualan. Bursa saham Eropa masih cenderung positif sampai dengan saat ini setelah rilis GDP Jerman dan Perancis tumbuh di atas estimasi. Begitupun dengan rilis inflasi di sejumlah wilayah zona € lainnya yang masih stabil serta rilis GDP dari negara-negara Euro lainnya yang juga menunjukkan peningkatan.

Berbeda dengan Reza, praktisi pasar modal, Lucky Bayu Purnomo mengatakan, pelaku pasar jangan terlena dengan kenaikan IHSG saat ini. Pasalnya, menguatnya IHSG cenderung karena aksi spekulasi yang tinggi. Perdagangan pada Bursa Asia, seperti Nikkei dan Hang Seng Index perlu dicermati. Termasuk Indeks Dow Jones karena akan berdampak pada laju IHSG. (lia)