Bergerak Tidak Wajar, Saham ICON Masuk UMA

NERACA

Jakarta- Saham PT Islands Concepts Indonesia Tbk (ICON) telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya atau Unusual Market Activity (UMA). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (14/8).

PT Bursa Efek Indonesia telah meminta konfirmasi kepada perseroan pada 1 Agustus 2013 dan telah mengumumkan jawabannya pada 13 Agustus 2013. BEI mengharapkan investor untuk mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat diambil di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Saham ICON pada 31 Juni berada di level 325. Namun pada 13 Agustus, saham ICON telah menyentuh level 510. Pada penutupan perdagangan hari ini, saham ICON berakhir di level 500.

Asal tahu saja, setiap tahunnya tren saham yang masuk dalam pengawasan BEI atau UMA cenderung naik. Tercatat tahun ini pada semester pertama 2013, jumlah saham yang masuk UMA mencapai 49 saham pada semester pertama 2013 dari periode sama sebelumnya 40 saham.

Pengamat pasar modal, John Veter pernah bilang, saham masuk UMA tidak dapat diprediksikan. Meski demikian, peningkatan saham masuk UMA pada semester pertama 2013 ini karena banyak aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten, “Selain itu, adanya harapan dan isu mengenai suatu emiten yang akan melakukan aksi korporasi membuat saham tersebut bergerak tidak wajar,”ujarnya.

Menurutnya, saat ini banyak aksi korporasi seperti rights issue. Selain itu, pelaku pasar juga melakukan aksi jual beli di pasar negosiasi. Hal itu membuat pelaku pasar mengambil peluang dari transaksi dan ada harapan terjadinya aksi korporasi.

Dia menambahkan, selain rights issue yang cukup marak dilakukan, aksi korporasi lain seperti pembagian saham bonus dan akuisisi juga turut mempengaruhi pergerakan saham. Salah satu saham tersebut seperti saham PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET). Saham ini masuk UMA pada 19 April 2013. (nurul)

BERITA TERKAIT

Sektor Pertanian Kini Mulai Masuk Era 4.0

NERACA Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Riyanto, menyatakan implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian sangat bermanfaat bagi konsumen dan petani…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…

Permudah Transaksi di Pasar Modal - Menakar Risiko Beli Saham Pakai Kartu Kredit

NERACA Jakarta – Meskipun wacana agar transaksi saham di pasar modal bisa menggunakan kartu kredit masih dalam kajian dan belum…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…