Merpati Disarankan Konversi Hutang Ke Saham - Tutupi Beban Utang

NERACA

Jakarta – Langkah yang sama dengan PT Garuda Indonesia Tbk (GGIA) saat terlilit hutang, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) disarankan untuk melakukan konversi hutangnya menjadi saham. Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyelamatkan dari hutangnya sebesar Rp6,7 triliun, Merpati dapat mengkonversi hutangnya,“Tetapi semua ini terserah PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset) karena bukan wewenang saya untuk memutuskan, tetapi ini yang terbaik. Sepenuhnya keputusan diserahkan ke PT PPA dalam merestrukturisasi, termasuk pergantian direksi, konversi utang dan lainnya,”katanya di Jakarta, Rabu (14/8).

Dia menyatakan yakin bahwa dengan mengubah utang menjadi saham Merpati dapat terbebas dari hutang-hutangnya dengan perusahaan yang memiliki piutang Merpati menjadi pemilik saham di Merpati. Keyakinan Dahlan disebabkan dengan berhasilnya Garuda dalam menyelesaikan persoalan keuangannya.

Diketahui saat ini hutang Merpati mencapai Rp6,7 triliun yang berasal dari beberapa pinjaman pada pihak BUMN dan pihak swasta. Dari pihak BUMN di antaranya, PT Pertamina, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Angkasa Pura I dan II, lalu PT Jasindo.

Sebelumnya, Direktur utama Merpati Asep Eka Nugraha mengatakan, tim manajemen memiliki program jangka pendek dalam membenahi keuangan perusahaan yaitu stabilisasi cash flow, sistem operasi dan restrukrisasi yang harus berjalan bersama. Diakuinya, kondisi keuangan Merpati saat ini rugi dan memiliki utang yang tidak sedikit, sehingga diperlukan pendekatan dengan para kreditur guna mencari cara dalam melunasi utang.

Dia menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan Pertamina dan menemukan solusi untuk mencicil utang bahan bakar. “Diperlukan sinergi antar Direktur Utama dan Direktur Keuangan dalam menyehatkan keuangan perseroan atau restrukturisasi dengan kondisi perusahaan yang sedang buruk,”ujarnya.

Dia menambahkan, ke depan manajemen akan merevisi Rancangan Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2014 dan bulan September tahun ini harus selesai. Selain itu, Direksi juga memangkas beberapa rute penerbangan maskapainya yang dinilai tidak menguntungkan perseroan. “Tim manjemen akan mengkaji ulang rute-rute penerbangan Merpati, guna mengetahui perolehan pendapatan dari penerbangan tersebut. Rute-rute yang tidak ekonomis memang akan ada penutupan dan review,”jelasnya.

Sedangkan guna mendongkrak pendapatan, manajemen berencana akan menambah frekuensi penerbangan di rute menguntungkan. Selain itu, Merpati tidak hanya fokus ke penerbangan perintis tetapi akan merambah ke penerbangan lainnya. Beberapa cara ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan perseroan, sehingga pihak manajemen tidak perlu melakukan pengurangan karyawan demi alasan efisiensi. Asep mengakui pihaknya belum berencana rasionalisasi karyawan dan masih emikirkan jalan positif untuk keluar dari permasalahan hutang saat ini. (nurul)

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

Lunasi Utang - Taksi Express Jual Tanah Rp 112,15 Miliar

NERACA Jakarta - PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), melalui entitas anak usahanya, yaitu PT Ekspres Jakarta Jaya (EJJ) telah…

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…