Dahlan Akan Permasalahkan Antam - Terdepak Dari Indeks LQ45

NERACA

Jakarta – Prestasi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masuk dalam 10 besar emiten terbaik berdasarkan ASEAN Corporate Governance (CG) ternyata belum juga membuat posisi aman saham Antam di Bursa Efek Indonesia. Teranyar, saham plat merah ini terdepak dari indeks LQ45 sebagai kategori bluechip.

Merespon hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan mempersoalkan keluarnya saham Antam di indeks LQ45, “Yah masalah lah keluar dari LQ45. Rencananya, direksi Antam akan segera dipanggil,”kata Dahlan di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurutnya pemanggilan ini untuk mengetahui keluarnya Antam dari indeks LQ45. Seperti diketahui, saham Antam keluar dari indeks LQ45 periode Agustus 2013 sampai Januari 2014. Padahal jika melihat kinerja perseroan, penjualan Antam naik 37% menjadi Rp6,1 triliun pada semester pertama tahun ini dibandingkan semester pertama tahun lalu. Komoditas emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam yang mencapai Rp2,8 triliun atau berkontribusi sebesar 46% dari total penjualan.

Penjualan emas ANTM pada setengah tahun pertama ini berhasil menjual 5.493 kg atau 67% dari target tahun ini 8.201 kg. Sementara produksi emas Antam mencapai 1.268 kilogram atau 45 persen dari target 2013 sebesar 2.801 kilogram. Selain itu, ANTM terus meningkatkan produksi emasnya untuk mengimbangi harga emas yang terus turun. Pasalnya, dengan menaikan jumlah produksi ditengah turunnya harga, perseroan berharap dapat mengimbangi turunnya pendapatan.

Pada semester I tahun ini, perseroan juga mencatat produksi feronikel mencapai 53% dari target sepanjang tahun ini sebesar 18 ribu ton. Penjualan produk tersebut juga tercatat cukup tinggi, hingga 104% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 6.700 ton.

Sebagai informasi, indeks LQ45 menggunakan 45 emiten yang dipilih berdasarkan pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan seperti telah tercatat di BEI minimal 3 bulan.

Selanjutnya, kriteria juga memperhatikan aktivitas transaksi di pasar reguler yaitu nilai, volume, dan frekuensi transaksi. Selain mempertimbangkan kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar, akan dilihat juga keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut Atau bisa dibilang saham-saham yang masuk ke jajaran LQ45 ini merupakan saham \'seksi\' di mata investor karena sangat likuid dan bisa memberikan imbal hasil alias keuntungan investasi yang cukup tinggi. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…