Pedagang Ikan "Dadakan" Bikin Semrawut

Kabupaten Sukabumi

Kamis, 15/08/2013

Sukabumi - Selama libur Lebaran transaksi penjualan ikan basah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Palabuhanratu, sangat tinggi. Bahkan para pedagang dadakan menggelar lapak dagangannya di dekat Taman Kota, Jl Gunung Butak, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu. Tak ayal lokasi itu terlihat semrawut dan menghalangi arus balik wisatawan.

Heri salah seorang penjual ikan di tempat tersebut mengatakan, lapak ikan dadakan ini hanya beroperasi selama musim liburan Lebaran saja. "Pedagang yang menjual ikan di sini buka mulai pukul 05.30 pagi hingga larut malam. Kadang ada yang nonstop buka," kata Heri, kepada sejumlah wartawan, Rabu (14/8).

Dia menuturkan, pedagang ikan di Jl Gunung Butak ini melakukan aktifitas jualannya sampai H+10 Lebaran. Dimana para pengunjung pada hari itu sudah mulai surut dan jalan raya bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan Roda 2 dan 4 normal akan dilaihkan ke jalan Siliwangi (TPI) Palabuhanratu.

Menurut Heri, ikan yang di pasarkan di lapak dadakan ini jenisnya macam-macam dan dan harganya pun tetap sama seperti jualan di TPI Palabuhanratu."Harga ikan tetap sama, hanya kami buka di sini karena ramai pembeli rata-rata pengunjung yang sudah liburan ke objek wisata. Kan kendaraan wisatawan itu pulangnya melalui jalan Gunung Butak," terang dia.

Heri mengaku, selama buka lapak di tempat tersebut mengais omset lebih besar dibanding kondisi normal jualan di TPI. "Tidak ada pembatasan dalam berdagang di pasar ikan dadakan ini. Penjual ikan boleh siapa saja, tidak harus mendaftar yang penting punya lapak," pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan, Ardiana Trisnawiana, mengaku kaget dengan keberadaan beberapa lapak ikan di samping Taman Kota yang dibangun oleh Pemda Sukabumi. Bahkan pihaknya sangat menyayangkan tidak ada koordinasi dengan instansinya maupun dinas tertentu terkait keberadaan puluhan lapak ikan tersebut.

"Saya tidak tahu di samping Taman Kota ada lapak ikan dadakan. Entah siapa yang memberikan izin itu, kami juga tidak tahu pasti. Saya akan cek dulu seperti apa lapak yang didirikan para pedagang ikan tersebut," ujar Ardiana.

Namun begitu, pihak tetap mendukung keberadaan puluhan lapak ikan basah dadakan di Jl. Gunung Butak itu, asal bisa menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka jualan ikan.