Dipicu Aksi Beli, IHSG Berpeluang Tembus 4.700

Kamis, 15/08/2013

NERACA

Jakarta – Perburuan pelaku pasar terhadap saham-saham murah pasca libur Lebaran membawa dampak positif terhadap pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 47,336 poin (1,02%) ke level 4.699,733. Sementara Indeks LQ45 naik 9,821 poin (1,26%) ke level 786,286.

Kepala Riset PT eTrading Securities, Betrand Raynaldi mengatakan, secara teknikal penguatan IHSG BEI Rabu menghasilkan sinyal penguatan (bullish) pada indikator "moving average".

Dia juga menambahkan, penguatan indeks BEI juga didorong oleh pelaku pasar asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp78 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli diantaranya Astra International (ASII), Alam Sutera Realty (ASRI), United Tractor (UNTR), Gudang Garam (GGRM), dan Bukit Asam (PTBA), “Untuk perdagangan saham Kamis diperkirakan IHSG BEI akan kembali menguat bergerak di kisaran 4.600--4.750 poin,”ujarnya di Jakarta, Rabu (14/8).

Hal senada juga disampaikan analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia, pada perdagangan Kamis, indeks BEI diperkirakan bergerak fluktuasi dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.650--4.750 poin,”Menanti AS akan merilis salah satu datanya yang menjadi indikator dari inflasi konsumer sehingga akan dapat memberikan sentimen tambahan terhadap perdagangan indeks besok,”ungkapnya.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan secara teknikal, yakni Media Nusantara Citra (MNCN), Ace Hardware Indonesia (ACES), Multiolar (MLPL), Lippo Karawaci (LPKR). Pada perdagangan kemarin, aksi beli didominasi investor lokal, tapi asing juga tak mau ketinggalan. Maraknya sentimen positif yang beredar di regional dan global membuat aksi beli makin marak.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 144.220 kali pada volume 4,297 miliar lembar saham senilai Rp 4,5 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 92 saham stagnan. Bursa saham China jatuh ke zona merah pada penutupan perdagangan, sedangkan bursa regional lainnya masih bertahan di zona hijau. Sedangkan bursa saham Hong Kong libur.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.700 ke Rp 42.700, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.350 ke Rp 8.400, Matahari (LPPF) naik Rp 900 ke Rp 13.000, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 11.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 900 ke Rp 13.500, Nipress (NIPS) turun Rp 600 ke Rp 8.500, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 300 ke Rp 3.975, dan SMART (SMAR) turun Rp 200 ke Rp 7.100.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 22,932 poin (0,49%) ke level 4.675,329. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,211 poin (0,54%) ke level 780,676. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham berbasis agrikultur, membuat indeks sektornya jatuh ke zona merah. Sembilan sektor lainnya berhasil bertahan positif.

Aksi beli belum terlalu ramai, membuat pergerakan IHSG tidak terlalu lincah. Investor domestik paling banyak lakukan aksi beli. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 76.319 kali pada volume 2,206 miliar lembar saham senilai Rp 2,274 triliun. Sebanyak 125 saham naik, sisanya 86 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Posisi bursa-bursa regioal mulai goyah gara-gara aksi ambil untung, membuat beberapa jatuh ke zona merah. Bursa saham China dan Korsel masih positif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.600 ke Rp 42.600, Matahari (LPPF) naik Rp 900 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 29.650, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 11.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 79.250, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 21.450, Jakarta International (JIHD) turun Rp 150 ke Rp 1.900, dan Panin Sekuritas (PANS) turun Rp 100 ke Rp 5.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 6,28 poin atau 0,14% ke posisi 4.658,68. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,54 poin (0,21 persen) ke level 778,66, “Sektor perkebunan diperkirakan masih akan bergerak menguat seiring dengan penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, bursa Asia sendiri kembali dibuka berfluktuasi dengan kecenderungan menguat, bursa Jepang melanjutkan penguatannya seiring sentimen positif dari data ekonomi AS."Optimisme pelaku pasar pulih memfaktorkan data penjualan ritel AS pada Juli yang kembali naik dalam empat bulan berturut-turut ditambah dengan data ekonomi dari Eropa antara lain indeks ekspektasi ekonomi Jerman dan data produksi industri Uni Eropa yang lebih baik dari ekspektasi,”paparnya.

Bursa regional di antaranya indeks Shanghai Composite dibuka menguat 2,55 poin (0,12%) ke level 2.108,70, indeks Nikkei-225 naik 61,24 poin (0,44%) ke level 13.928,26, dan Straits Times menguat 0,37 poin (0,01%) ke posisi 3.244,21. (bani)