Pengusaha Diminta Kembangkan Merek Dagang

Kamis, 15/08/2013

NERACA

Jakarta - Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan, Pradnyawati menghimbau agar kepada para pelaku usaha untuk mengembangkan merek dagang masing-masing jenis usahanya. "Peranan pemasaran dan branding sangat penting karena merupakan salah satu upaya dalam membangun merek dan meraih keberhasilan terutama di tengah krisis ekonomi global yang masih berlangsung," ujar Pradnyawati, dalam keterangan pers, Rabu (14/8).

Menurut dia, saat ini pemahaman mengenai merek oleh sebagian kalangan pelaku usaha masih terbatas dalam konsep desain logo atau merek. Padahal merek bukan hanya sekedar logo atau iklan akan tetapi sebuah merek yang merepresentasikan hati dan jiwa yang membuat sebuah perusahaan berbeda dari kompetitornya. "Sedangkan branding merupakan proses penciptaan dan pemeliharaan hubungan berkelanjutan yang saling menguntungkan dengan konsumen," lanjut Pradnyawati.

President & Chief Strategy Consultant Arrbey Group, Handito Hadi Joewono menyatakan bahwa merek tidak hanya sebuah logo namun harus menjadi sesuatu yang hidup sehingga dapat diimplementasikan dan menjadi kebanggaan. Menurut Handito, setidaknya ada lima hal dalam membangun merek. Pertama, Brand awareness. Yaitu jika merek sudah dikenal, maka harus diketahui secara detail dan perlu dilakukan upaya berkelanjutan agar semakin terkenal.

Kedua, Brand knowledge, yaitu posisi ketika suatu merek sudah diketahui secara luas oleh masyarakat. Ketiga, Brand image, merupakan hasil persepsi konsumen setelah mengetahui suatu merek. Keempat, Brand preference, yaitu tahap dimana produk mulai disukai oleh masyarakat sehingga menjadi preferensi dalam setiap keputusan masyarakat. Dan kelima, Brand admire, merupakan tingkatan tertinggi dimana konsumen memiliki loyalitas terhadap merek.

Dijelaskan Handito, pengembangan merek merupakan proses yang berkelanjutan, maka setiap perusahaan diperbolehkan untuk melakukan rebranding atau penyegaran (rejuvenating) terhadap merek. Perubahan tersebut, kata dia, dapat dilakukan secara perlahan atau signifikan. Perubahan signifikan dapat mengakibatkan respon positif atau negatif pada konsumen. Namun demikian, perubahan bukan hal yang perlu ditakutkan. Waktu yang tepat untuk melakukan rebranding adalah ketika sebuah produk sudah pada tahap brand equity yang berarti telah berhasil dalam membangun kesadaran dan citra terhadap merek itu sendiri.

Namun jika perusahaan belum berhasil mencapai hal tersebut, lanjut Handito, maka disarankan untuk tidak melakukan rebranding. Perusahaan besar seperti Starbucks dan KFC juga perlu waktu beberapa tahun untuk melakukan rebranding. Hal yang sama juga terjadi pada tagline yang dimiliki Indonesia seperti wonderful Indonesia dan remarkable Indonesia. "Indonesia harus dapat merumuskan kembali 1 tagline yang akan digunakan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan. Yang harus ditekankan adalah tagline tersebut harus membuat Indonesia semakin dikenal secara luas," tuturnya.

Tembus Pasar Ekspor

Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif, Dody Edward menyatakan dengan bisa mengembangkan merek dagang maka bisa mempermudah produk menembus pasar internasional, terlebih bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Menurut Dody, produk dengan merek yang direncanakan dengan baik, didesain secara menarik, dan dikomunikasikan secara tepat, akan lebih mudah masuk di pasar mancanegara dan bersaing dengan produk-produk negara lain.

Dia menambahkan penggunaan merek oleh UKM lokal diharapkan dapat meningkatkan minat beli dan harga jual produk mereka. Adanya merek dagang akan memudahkan konsumen untuk mengenali produk tersebut, sehingga mereka bisa lebih cepat untuk mencari dan menemukan produk yang sama ke depannya.

Dia Peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia melalui pengembangan merek merupakan langkah strategis yang mempunyai manfaat besar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, dia mengakui, saat ini masih banyak pelaku usaha, khususnya UKM, yang belum menyadari peran merek dalam peningkatan daya saing ekspor. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran pengembangan merek di kalangan pelaku usaha UKM. "Kita berharap upaya ini dapat membantu mereka memasarkan produknya menembus pasar ekspor," tutur Dody.

Pihaknya akan terus mendorong pengembangan merek-merek dagang UKM melalui penyelenggaraan program terpadu dan berkesinambungan. Program tersebut diadakan khususnya untuk produk-produk UKM lokal yang berorientasi ekspor.