Pengusaha Diminta Kembangkan Merek Dagang

NERACA

Jakarta - Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan, Pradnyawati menghimbau agar kepada para pelaku usaha untuk mengembangkan merek dagang masing-masing jenis usahanya. \"Peranan pemasaran dan branding sangat penting karena merupakan salah satu upaya dalam membangun merek dan meraih keberhasilan terutama di tengah krisis ekonomi global yang masih berlangsung,\" ujar Pradnyawati, dalam keterangan pers, Rabu (14/8).

Menurut dia, saat ini pemahaman mengenai merek oleh sebagian kalangan pelaku usaha masih terbatas dalam konsep desain logo atau merek. Padahal merek bukan hanya sekedar logo atau iklan akan tetapi sebuah merek yang merepresentasikan hati dan jiwa yang membuat sebuah perusahaan berbeda dari kompetitornya. \"Sedangkan branding merupakan proses penciptaan dan pemeliharaan hubungan berkelanjutan yang saling menguntungkan dengan konsumen,\" lanjut Pradnyawati.

President & Chief Strategy Consultant Arrbey Group, Handito Hadi Joewono menyatakan bahwa merek tidak hanya sebuah logo namun harus menjadi sesuatu yang hidup sehingga dapat diimplementasikan dan menjadi kebanggaan. Menurut Handito, setidaknya ada lima hal dalam membangun merek. Pertama, Brand awareness. Yaitu jika merek sudah dikenal, maka harus diketahui secara detail dan perlu dilakukan upaya berkelanjutan agar semakin terkenal.

Kedua, Brand knowledge, yaitu posisi ketika suatu merek sudah diketahui secara luas oleh masyarakat. Ketiga, Brand image, merupakan hasil persepsi konsumen setelah mengetahui suatu merek. Keempat, Brand preference, yaitu tahap dimana produk mulai disukai oleh masyarakat sehingga menjadi preferensi dalam setiap keputusan masyarakat. Dan kelima, Brand admire, merupakan tingkatan tertinggi dimana konsumen memiliki loyalitas terhadap merek.

Dijelaskan Handito, pengembangan merek merupakan proses yang berkelanjutan, maka setiap perusahaan diperbolehkan untuk melakukan rebranding atau penyegaran (rejuvenating) terhadap merek. Perubahan tersebut, kata dia, dapat dilakukan secara perlahan atau signifikan. Perubahan signifikan dapat mengakibatkan respon positif atau negatif pada konsumen. Namun demikian, perubahan bukan hal yang perlu ditakutkan. Waktu yang tepat untuk melakukan rebranding adalah ketika sebuah produk sudah pada tahap brand equity yang berarti telah berhasil dalam membangun kesadaran dan citra terhadap merek itu sendiri.

Namun jika perusahaan belum berhasil mencapai hal tersebut, lanjut Handito, maka disarankan untuk tidak melakukan rebranding. Perusahaan besar seperti Starbucks dan KFC juga perlu waktu beberapa tahun untuk melakukan rebranding. Hal yang sama juga terjadi pada tagline yang dimiliki Indonesia seperti wonderful Indonesia dan remarkable Indonesia. \"Indonesia harus dapat merumuskan kembali 1 tagline yang akan digunakan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan. Yang harus ditekankan adalah tagline tersebut harus membuat Indonesia semakin dikenal secara luas,\" tuturnya.

Tembus Pasar Ekspor

Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif, Dody Edward menyatakan dengan bisa mengembangkan merek dagang maka bisa mempermudah produk menembus pasar internasional, terlebih bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Menurut Dody, produk dengan merek yang direncanakan dengan baik, didesain secara menarik, dan dikomunikasikan secara tepat, akan lebih mudah masuk di pasar mancanegara dan bersaing dengan produk-produk negara lain.

Dia menambahkan penggunaan merek oleh UKM lokal diharapkan dapat meningkatkan minat beli dan harga jual produk mereka. Adanya merek dagang akan memudahkan konsumen untuk mengenali produk tersebut, sehingga mereka bisa lebih cepat untuk mencari dan menemukan produk yang sama ke depannya.

Dia Peningkatan daya saing produk ekspor Indonesia melalui pengembangan merek merupakan langkah strategis yang mempunyai manfaat besar, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, dia mengakui, saat ini masih banyak pelaku usaha, khususnya UKM, yang belum menyadari peran merek dalam peningkatan daya saing ekspor. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran pengembangan merek di kalangan pelaku usaha UKM. \"Kita berharap upaya ini dapat membantu mereka memasarkan produknya menembus pasar ekspor,\" tutur Dody.

Pihaknya akan terus mendorong pengembangan merek-merek dagang UKM melalui penyelenggaraan program terpadu dan berkesinambungan. Program tersebut diadakan khususnya untuk produk-produk UKM lokal yang berorientasi ekspor.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Waspadai Ketidakpastian 2018 - MESKI PERTUMBUHAN EKONOMI 3 TAHUN TERAKHIR POSITIF

Jakarta-Meski pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren cukup positif, pemerintahan Jokowi-JK tetap harus fokus terus membenahi masalah ketimpangan…

Pelanggan Tokopedia Bisa Bayar di JNE - Kembangkan Kanal Pembayaran

NERACA Jakarta - Dalam rangka memudahkan pelayanan kepada pelanggan Tokopedia dalam membayar barang belanjaannya, perusahaan e-commerce ini menggandeng perusahaan logistik…

BI: Bukan Alat Pembayaran Sah di RI - MASYARAKAT DIMINTA HATI-HATI BERTRANSAKSI BITCOIN

Jakarta-Bank Indonesia menegaskan Bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah untuk digunakan di Indonesia. Masyarakat diminta untuk tidak memakai Bitcoin…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Internasional - Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor - Kemenperin Beri Masukan Kebijakan KITE Bagi IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) mengusulkan beberapa langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan…

Tingkatkan Daya Saing - Standar Keamanan Produk Perluas Ekspor Mamin

NERACA Jakarta – Pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk mampu memacu daya saing industri makanan dan minuman (mamin) nasional…