Industri Pengolahan Kaltim Tumbuh Tiap Tahun

Rabu, 14/08/2013

NERACA

Samarinda - Industri pengolahan di Provinsi Kalimantan Timur terus tumbuh tiap tahun, bahkan nilai rupiah yang dihasilkan berada di posisi kedua setelah sektor pertambangan dan penggalian yang masih menjadi andalan Kaltim.

"Pertumbuhan sektor industri pengolahan ini dapat dilihat mulai 2009 sebesar Rp78,1 triliun, 2010 Rp80,6 triliun, 2011 Rp91,4 triliun, pada 2012 naik menjadi Rp98,4 triliun," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kaltim HM Djailani di Samarinda, Kaltim, Selasa (13/8).

Dari total PDRB Kaltim atas dasar harga berlaku pada 2012 yang sebesar Rp419,1 triliun, lanjutnya, sektor industri pengolahan memberikan andil sebesar Rp98,4 triliun atau sebesar 23,50% dari total nilai PDRB. Pendapatan tersebut sekaligus menempatkan industri pengolahan berada di peringkat dua setelah sektor pertambangan dan penggalian, sekaligus menempatkan posisi lebih tinggi ketimbang penghasilan dari sektor perdagangan yang sebesar Rp36,1 triliun, kemudian sektor pertanian dalam arti luas yang senilai Rp25,7 triliun.

Sektor pertanian dalam arti luas di Kaltim dikendalikan oleh lima SKPD, yakni Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan.

Menurut Djailani, sumbangan PDRB Kaltim dari sektor industri pengolahan yang sebesar Rp98,4 triliun itu berasal dari industri migas sebesar 78,23 triliun dan industri tanpa migas sebesar Rp20,26 triliun. Industri migas terdiri dari dua subsektor, yakni industri pengilangan minyak bumi dan industri gas alam cair atau LNG. [ant]