Kuasai Pasar, Tiphone Akuisisi Saham Poin Multimedia - Nilai Investasi Rp 44,99 Miliar

Jakarta – Ketatnya persaingan industri seluler dalam negeri, seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri tersebut terus memicu produsen seluler saling mencaplok perusahaan sejenis untuk menguasai pangsa pasar. Hal ini pulalah yang dilakukan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) membeli 99,99% saham PT Poin Multimedia Nusantara senilai Rp 44,99 miliar.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (13/8). Diketahui sebanyak 199.998 saham PT Poin Multimedia Nusantara, perusahaan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat telah dibeli oleh perseroan.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk Samuel Kurniawan, pembelian saham tersebut dilakukan pada 5 Agustus 2013 dengan total nilai pembelian saham senilai Rp44,99 miliar. Sebagai informasi, hingga semester pertama 2013, perseroan berhasil memperoleh pendapatan bersih naik menjadi Rp4,49 triliun dibandingkan semester pertama tahun lalu Rp3,29 triliun.

Sementara laba bersih tahun berjalan perseroan juga ikut terdorong naik menjadi Rp129,31 miliar pada semester ini dari periode semester awal tahun lalu senilai Rp79,53 miliar. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp569,47 miliar pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp250,87 miliar.Ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,24 triliun pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp1,10 triliun.

Kemudian kas perseroan turun menjadi Rp292,08 miliar pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp394,84 miliar. Kinerja perseroan yang melambung juga membuat perseroan masuk dalam jajaran Pefindo25 untuk periode 1 Agustus 2013 sampai 31 Januari 2014. Pefindo25 adalah indeks harga saham yang anggotanya terdiri dari wakil perusahaan kecil dan menengah yang memiliki potensi perkembangan terbaik berdasarkan kriteria tertentu. Anggota indeks tersebut diseleksi berdasarkan kinerja keuangan dan kinerja likuiditas.

Seleksi kinerja keuangan terdiri dari, total aset emiten seharusnya tidak melebihi Rp5 triliun, tingkat pengembalian modal atau return on equity (ROE) minimal sama dengan rerata ROE seluruh emiten. Selain itu memperoleh opini akuntan berupa wajar tanpa pengecualian dan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia minimal selama 6 bulan.

Sementara itu, kinerja likuiditas terdiri dari volume transaksi, frekuensi transaksi, nilai transaksi, jumlah hari perdagangan, dan jumlah floating shares. Selain itu, perseroan berencana mengakuisisi distributor ponsel Samsung area Jakarta yaitu Megafon dan perusahaan distributor Samsung area Jawa Barat. Perseroan juga tengah berupaya mengakuisisi Simpatindo (distributor voucer Telkomsel), dan perusahaan distributor voucer XL.

Akuisisi iPhone

Hingga akhir April lalu, TELE berhasil menyelesaikan akuisisi distributor iPhone yang berpartner dengan Telkomsel, PT Mitra Telekomunikasi Selular (MTS). Perseroan memang menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 15% di 2013 dan optimis target tersebut akan tercapai. Pada tahun lalu pendapatan Tiphone mencapai Rp19 triliun dengan 90% berasal dari penjualan voucer. Sisanya dari penjualan ponsel, layanan purna jual dan konten.“Kami masih dalam proses tawar menawar, jika kedua distributor tersebut sudah resmi terafiliasi dengan TELE, kontribusinya bakal maksimal terhadap kinerja perusahaan. Pasalnya, kedua distributor tersebut menguasai hampir separuh pangsa pasar Samsung di Indonesia” jelas Sekretaris Perusahaan TELE, Semuel Kurniawan.

Disebutkan, dana ekspansi jaringan sebagian dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di awal tahun 2012. TELE tercatat di BEI pada 12 Januari 2012 dengan melepas 1,35 miliar saham atau 25,23% dari modal disetor, dengan harga Rp310 per saham. Perseroan meraup dana IPO Rp418 miliar dan telah menyerap seluruh dana tersebut hingga akhir tahun 2012.

Tahun ini, Perseroan berencana meningkatkan kontribusi pendapatan dari handset sebesar 30%. Awal Juli lalu, perseroan telah menyelesaikan proses akuisisi importir dan distributor iPhone, yakni PT Mitra Telekomunikasi Selular, sehingga akan memposisikan Tiphone sebagai importir dan distributor yang akan mendistribusikan produk tersebut kepada Apple Premium Reseller dan retailer lain di seluruh Indonesia.

Dengan akuisisi ini, perseroan berharap dapat meningkatkan penjualan handset, khususnya iPhone dan iPad sebesar 5-10% dari total pendapatan perseroan, atau sekitar 20-30% dari total penjualan handset.

Penjualan iPhone tersebut juga bekerja sama secara bundling dengan operator PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Sebelumnya, perseroan juga telah bekerja sama dengan Samsung Mobile, dengan mendirikan gerai-gerai Samsung Experiential Shop.

(nurul)

Related posts