Eksplorasi Juli, Antam Kuras Dana Rp18,3 Miliar

Rabu, 14/08/2013

NERACA

Jakarta- Manajemen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan telah mengeluarkan dana sebesar Rp18,3 miliar untuk kegiatan eksplorasi nikel, emas, bauksit dan baru bara pada Juli 2013. Dari total dana tersebut, eksplorasi emas di daerah Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat; Cibaliung, Banten dan Batulicin, Jambi menelan biaya sebesar Rp9 miliar. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan yang diterbitkan, Selasa (13/8).

Sementara eksplorasi nikel telah menghabiskan dana mencapai Rp6,9 miliar. Kegiatan eksplorasi nikel tersebut antara lain dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara dan Pomala, Sulawesi Tenggara. Untuk eksplorasi bauksit yang dilakukan di wilayah Tayan dan Munggu Pasir, Kalimantan Barat yang terdiri atas pengukuran geologi detail, test pitting, test pit logging dan percontoan, perseroan mengeluarkan dana sebesar Rp2,3 miliar.

Perseroan juga melakukan rangkaian aktivitas eksplorasi batu bara di Tebo, Jambi yang terdiri dari pemetaan geologi, pengukuran lintasan, percontoan dan pengeboran. Perseroan mencatat menghabiskan dana sebesar Rp132,6 juta untuk eksplorasi batu bara di periode tersebut.

Belum lama ini, manajemen perseroan mengungkapkan telah mengantongi persetujuan untuk memperpanjang izin pinjam pakai kawasan hutan untuk komoditas emas di Jawa Barat. Wilayah tersebut tercatat memiliki tingkat produksi sekitar 3 ton per tahun. “ANTAM telah memperoleh perpanjangan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk tambang emas Pongkor sampai dengan tahun 2021.” kata Direktur Utama ANTM, Tato Miraza.

Perpanjangan izin tersebut, menurut dia, diperoleh perseroan pada awal Juni lalu. Sementara untuk pengembangan usaha di tahun ini, perseroan masih akan fokus pada pengembangan usaha proyek hilir untuk mengoptimalkan komoditas inti yang diproduksi perseroan seperti nikel, emas, dan bauksit.

Dengan langkah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pelaku kepentingan.“Strategi kami untuk berfokus pada ketiga komoditas inti tersebut tidaklah berubah. Untuk komoditas emas, selain berfokus pada pencarian cadangan baru, kami terus menjajaki berbagai kesempatan yang muncul.” jelasnya.

Dari laporan keuangan perseroan per Juni 2013 disebutkan, penjualan emas yang dicatatkan hingga Mei 2013 telah mencapai 68% dari target pemasaran selama satu tahun. Sedangkan produksinya telah mencapai 1.089,1 Kg atau 37% dari target produksi 2013, baik dari tambang di Pongkor – Bogor, maupun di Cibaliung – Banteng. Ditargetkan, hingga akhir tahun ini perseroan dapat mencatatkan penjualan emas sebanyak 5.600 Kilogram (Kg) emas.

Jumlah cadangan dan sumber daya emas saat ini tercatat sebesar 9,4 juta dmt. Adapun cadangan dan sumber daya nikel sebesar 825,3 juta wmt dan bauksit mencapai 473,8 juta wmt. Untuk komoditas emas, saat ini perseroan mengoperasikan tambang emas Pongkor di Jawa Barat dan Cibaliung di Banten dengan tingkat produksi per tahun sekitar 3 ton. Selain itu, ANTAM juga memiliki 25% PT Nusa Halmahera Minerals yang mengoperasikan tambang emas Gosowong di Maluku Utara. (lia)