Pasca Lebaran, Harga Sembako Belum Turun

Kota Sukabumi

Rabu, 14/08/2013

Sukabumi - Pasca empat hari lebaran sejumlah sembako di Kota Sukabumi belum menunjukan penurunan harga. Malah sebagian sembako mengalami kenaikan harga, diantaranya komoditi daging ayam broiler menjadi Rp33 ribu perkilogramnya atau kenaikannya sekitar 3,12% dari harga sebelumnya.

Kenaikan beberapa komoditi tersebut juga diakui Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad. Hasil monitoring yang dilakukan pihaknya kemarin, selain daging ayam broiler yang harganya naik, komoditi cabe merah dan minyak goreng curah juga mengalami kenaikan harga. ”Untuk cabe merah dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu perkilonya”, kata Dudi kepada NERACA di ruang kerjanya, Selasa.

Dikatakannya, komoditi sayuran yang lainnya juga sama mengalami kenaikan harga, yaitu komoditi bawang merah naik Rp3000, cabe rawit hijau naik Rp8000 menjadi Rp28 000 dan tomat yang harganya menjadi Rp10.000 dari harga awal yang hanya Rp7000. ”Kenaikan harga setelah lebaran bisa diakibatkan salah satunya oleh pasokannya sedikit menurun sementara permintaan meningkat”, kata dia.

Namun, harga komoditi lainnya tetap stabil sperti beras jenis Ciherang IR 64 kw I Jampang masih diangka Rp8.600. Begitu juga dengan gula pasir, bawang putih, tetap tidak terganggu oleh komoditi lainnya yang ikut naik harga. “Sebagian harga semabako masih tetap stabil, dan kami pun tetap mengawasi pergerakan harga sembako di setiap pasar-pasar yang ada di Kota Sukabumi”, terangnya. Di sisi lain, Dudi sangat bersyukur selama menjelang dan saat lebaran semua stok semabako ataupun BBM di Kota Sukabumi aman dan lancar.