IHSG Percaya Diri Lanjutkan Penguatan

Rabu, 14/08/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Selasa, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 54,617 poin (1,19%) ke level 4.652,397. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 12,517 poin (1,64%) ke level 776,465. Aksi beli pelaku pasar terhadap saham-saham konstruksi dan konsumer menjadi penyelamat indeks BEI diakhir perdagangan. Padahal diawal perdagangan, indeks BEI dibuka terkoreksi.

Kepala Riset PT eTrading Securities, Betrand Raynaldi mengatakan, secara teknikal penguatan IHSG BEI didukung dari meningkatnya volume perdagangan saham, “Penguatan volume dengan indikator MACD (Moving Average Convergence, Divergence) yang telah berada pada area positif dan menghasilkan sinyal 'bullish' atau penguatan,”ujarnya di Jakarta, Selasa (13/8).

Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkirakan akan cenderung menguat di kisaran 4.500--4.750 poin. Sebaliknya, analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia mengatakan indeks BEI diperkirakan bergerak cenderung melemah di kisaran 4.580--4.700 poin, “Indeks menanti rilis data penjualan Amerika di bidang ritelnya, dan Jerman serta Prancis juga akan mengeluarkan data produk domestik bruto (PDB) yang diperkirakan naik. Kondisi itu akan mempengaruhi pergerakan indeks BEI,"tandasnya.

Karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan secara teknikal, yakni Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Alam Sutra Reallty (ASRI), Malindo Feedmill (MAIN), Mayora Indah (MYOR).

Pada perdagangan Selasa kemarin, indeks sektor agrikultur menjadi satu-satu yang melemah di antara 10 sektor industri Bursa Efek Indonesi. Aksi jual yang membuatnya terjatuh ke zona merah. Saham-saham konsumer dan konstruksi memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari dua persen. Aksi beli dilakukan oleh investor domestik yang sudah mulai berdagang setelah libur panjang.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 129.024 kali pada volume 3,804 miliar lembar saham senilai Rp 5,1 triliun. Sebanyak 167 saham naik, sisanya 96 saham turun, dan 73 saham stagnan. Nilai dan volume transaksi sedikit meningkat gara-gara transaksi saham PT Medco Energy International Tbk (MEDC) senilai Rp 332,6 miliar di pasar negosiasi.

Bursa-bursa di Asia akhirnya kompak menguat di penghujung perdagangan. Penguatan dipimpin oleh pasar saham Hong Kong dan Jepang yang melonjak lebih dari satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 1.350 ke Rp 31.350, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 41.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 29.000, dan Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 32.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 1.200 ke Rp 7.350, Matahari (LPPF) turun Rp 900 ke Rp 12.100, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,39 juta, dan Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 21.650.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 19,150 poin (0,42%) ke level 4.616,930. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,939 poin (0,65%) ke level 768,887. Tiga sektor jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung, yaitu sektor agrikultur, tambang dan industri dasar. Saham-saham konsumer paling banyak diincar karena melihat tingginya penjualan produk konsumer saat lebaran.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 68.286 kali pada volume 1,924 miliar lembar saham senilai Rp 2,3 triliun. Sebanyak 112 saham naik, sisanya 89 saham turun, dan 94 saham stagnan. Nilai dan volume transaksi hari ini sedikit meningkat gara-gara transaksi saham PT Medco Energy International Tbk (MEDC) senilai Rp 332,6 miliar di pasar negosiasi.

Rata-rata bursa regional masih bertahan di zona hijau hingga pada sesi pertama dan dipimpin oleh pasar saham Jepang. Bursa saham China satu-satunya yang melemah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 41.300, Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 30.900, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 32.700, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 6.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 1.200 ke Rp 7.350, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 1,39 juta, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 79.900, dan Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 21.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 0,59 poin atau 0,01% ke posisi 4.597,19. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,15 poin (0,02%) ke level 763,79, “Secara teknikal indeks BEI juga masih ada potensi koreksi tipis pada pekan ini," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada.

Meski demikian, lanjut Reza Priyambada, potensi koreksi masih dapat tertahan seiring dengan pelaku pasar akan kembali melakukan aksi beli terhadap beberapa saham yang sudah memasuki area jenuh jual (oversold)."Indeks BEI dapat kembali bangkit jika terjadi aksi beli besar pada saham-saham yang berada di area 'oversold'," ujar dia.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 18,63 poin (0,49%) ke level 22.379,91, indeks Nikkei-225 naik 207,42 poin (1,56%) ke level 13.730,15, dan Straits Times menguat 4,98 poin (0,15%) ke posisi 3.237,54. (bani)