Pertamina Gencar Ekspansi ke Luar Negeri

Tingkatkan Produksi Migas

Rabu, 14/08/2013

NERACA

Jakarta - Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Husen mengatakan bahwa saat ini Pertamina tengah menjajaki lapangan minyak dan gas di luar negeri. Upaya ini diambil dalam rangka meningkatkan produksi perseroan. "Strategi kami kalau di luar negeri yaitu mencari lapangan yang berproduksi," kata Husen di Jakarta, Selasa (13/8).

Menurut dia, salah satu yang menjadi fokus perhatian adalah memfinalisasikan sahan dari saham CononoPhilips Algerie yang dilakukan perseroan. Menurut Husen, saat ini proses tersebut sedang berhenti karena memasuki libur lebaran. "Kita harapkan setelah ini, karena puasa mereka tidak bisa bergerak. Kami harapkan segera difinalisasi," ucapnya.

Sementara di dalam negeri, Husen menyebutkan, perusahaan migas pelat merah itu terus fokus mengeksplorasi lapangan migas yang dikelolanya atau blok baru yang baru akan dikelolanya. "Oh iya tentu, di Pertamina sudah ada Deputi SPV Eksplorasi. Kami akan galakkan eksplorasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan. Harapannya di beberapa lokasi. Walaupun ada di sorong tapi heavy-nya di Indonesia barat," tuturnya.

Sebelumnya, Pertamina telah meneken kesepakatan untuk mengakuisisi saham ConocoPhilips Algeria limited yang menguasai Blok 405a di Algeria. Transaksi jual beli akan rampung pada pertengahan 2013. Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir pernah mengatakan, saat ini ConocoPhilips Algeria memi liki hak partisipasi sebesar 65% sekali gus operator di Lapangan Menzel Lej mat North yang merupakan bagian dari Blok 405a. "Pasca akuisisi maka operatorship akan menjadi milik Pertamina," kata dia.

ConocoPhilips juga memiliki kepe milikan saham di dua lapangan lain yang masuk Blok 405a, yaitu sebesar 3,7% di Lapangan Ourhoud dan 16,9% di Lapangan EMK. Namun ConocoPhilips tidak menjadi operator di dua lapangan lain karena keduanya bersinggungan dengan blok lain sehingga diunitisasi. Karena itu, Pertamina tidak bisa menjadi operator di dua lapangan tersebut.

Dalam keterangan resminya, ConocoPhilips menyebutkan nilai transaksi akuisisi tersebut mencapai US$ 1,75 miliar ditambah beberapa penyesuai an. Transaksi ini diperkirakan baru bisa rampung pada pertengahan 2013. Pasalnya, transasksi ini masih bergantung pada hak membeli pertama {first right) oleh mitra ConocoPhilips di blok tersebut dan persetujuan dari peme rintah Aljazair.

Pada 2012, produksi Blok 405a mencapai lebih dari 35 ribu barel per hari (bph). Dari jumlah tersebut, bagian milik ConocoPhilips 23 ribu bph. Pada 2013, produksi blok ini diharapkan naik setelah beroperasinya Lapangan EMK, sehingga bagian ConocoPhilips bisa bertambah menjadi 35 ribu bph. Sedangkan tambahan cadangan yang diperoleh perseroan ditaksir lebih dari 100 juta barel.

Saat ini, Pertamina melalui anak usa hanya Pertamina Hulu Energi (PHE) memiliki 8 blok di 7 negara. Pertamina bekerja sama dengan Petronas Carigali dan Petrovietnam Exploration Production Corporation untuk menggarap Blok SK 305 di Sarawak, Malaysia, Blok 10 dan Blok 11.1 di Vietnam. Kemudian, PHE juga memiliki partisipasi di Blok VIC, Australia, Blok 3 di Qatar, Blok 13 di Sudan, Blok 13WD di Irak, serta Blok 17 3 dan Blok 123 3 di Iibya. Namun, dari seluruh blok yang dimiliki, baru Blok SK 305 dan Blok VIC yang berproduksi.