BRI Bimbing TKI di Korsel Berinvestasi

Selasa, 13/08/2013

NERACA

Jakarta - Banyaknya kasus para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang telah bertahun-tahun kerja di luar negeri, namun setelah pulang ke Tanah Air tidak memiliki tabungan bahkan tanpa sepersen pun. Selain masalah tersebut banyak diantara yang tidak bisa mengolahnya sehingga uangnya habis begitu saja tanpa menguntungkan mereka.

Untuk itulah PT Bank Rakyat Indonesia tbk menjadi penasehat keuangan atau financial planner dengan memberikan layanan perbankan dan bimbingan kepada para TKI dalam pengelolaan keuangan. BRI akan mendampingi para TKI sejak mereka mempersiapkan keberangkatan ke Korea Selatan (Korsel) hingga nanti pulang ke Tanah Air setelah kontrak habis.

Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali, mengungkapkan pihaknya memberikan fasilitas dari hulu hingga ke hilir untuk TKI di Korsel. Hal itu diwujudkan dengan menyiapkan tiga langkah di bidang finansial yang sekaligus menjadikan BRI sebagai penasehat keuangan bagi para TKI. “Ketiga langkah itu adalah memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI, transfer uang secara real time online dari Korea, dan membantu mengelola investasi dana mereka,” paparnya, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Yang tidak kalah menarik, BRI juga mempersiapkan layanan bagi TKI yang sudah menjalankan usaha maupun yang akan menjadi pengusaha atau investor. Hal ini untuk mendorong agar TKI tidak menjadi konsumtif. “Di sini BRI mengambil peran sebagai penasehat keuangan bagi para TKI melalui pengelolaan dana investasi mereka,” ujar Ali.

Arahan ini dimulai sejak mereka bekerja di Korea Selatan, disarankan untuk menyisihkan sebagian gaji untuk ditabung di BRI. Setelah kontrak kerja mereka selesai, tabungan mereka akan dikelola menjadi investasi.

"Pihak Kedutaan Besar Indonesia di Seoul, Korea Selatan meminta BRI memikirkan cara agar para TKI tidak konsumtif melainkan dapat menabung sebagian gaji mereka untuk investasi," kata Ali. Atas permintaan itu, BRI menyiapkan produk investasi yang selama ini sudah digarap bank pelat merah itu. Salah satu yang ditawarkan yakni investasi ke waralaba.

Terlebih selama ini, BRI telah bersinergi dengan peritel Alfamart dan jaringannya. “Nantinya, para TKI yang telah habis kontrak dan kembali ke Indonesia, akan ditawarkan bergabung menjadi pemilik frenchise Alfamart dan jaringannya. Kalau dana yang dibutuhkan untuk franchise agak besar, kita bisa menggabungkan beberapa TKI pemilik dana untuk berinvestasi. Tetapi tentunya kami juga akan tetap memberikan penerangan tentang risiko berinvestasi," tandasnya.

Sejak awal BRI telah mempersiapkan pengelolaan keuangan TKI secara terintegrasi. Sebelum ke Korea, BRI telah menyediakan fasilitas KUR TKI untuk memenuhi kebutuhan dana mereka. BRI mencatat pengucuran KUR TKI tujuan Korea Selatan merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan pengucuran KUR TKI ke negara lain. Hingga 30 Juni 2013, plafon KUR TKI tujuan Korea Selatan mencapai Rp20,54 miliar. [retno]