“Batal Diakuisisi DBS, Danamon Tetap Berkembang”

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) meyakini jika PT Bank Danamon Indonesia Tbk masih dapat tumbuh dengan baik walaupun rencana akuisisi saham oleh DBS Group dibatalkan pada 1 Agustus 2013 lalu. “Walaupun akuisisi itu tidak jadi, namun kami harap Danamon bisa berkembang dengan baik,” kata Gubernur BI, Agus DW Martowardojo, di Jakarta, Senin (12/8).

Agus Marto mengatakan bahwa akuisisi yang direncanakan oleh DBS memang telah diajukan aplikasi yang sesuai dengan peraturan BI. Batalnya rencana akuisisi tersebut melibatkan dua otoritas perbankan yaitu BI dan Monetary Authority of Singapore (MAS). “Ketika diajukan, DBS untuk akuisisi Danamon pasti telah didiskusikan dan terms nya tidak bisa dipenuhi, sehingga rencana akuisisinya dibatalkan, kami yakin tidak akan berdampak terhadap hubungan baik keduanya (MAS dan BI)” ujarnya.

Sebelumnya, rencana pembelian saham Bank Danamon oleh DBS sempat terkatung-katung karena tidak tercapainya kesepakatan antara MAS dengan BI yang seharusnya mempermudah proses akuisisi Bank Danamon. Diketahui, BI semasa kepemimpinan Darmin Nasution, hanya mengijinkan pengambilalihan saham bank nasional oleh investor asing masksimal sebanyak 40%, namun hal ini dianggap mempersulit posisi DBS untuk menguasai Danamon.

Bank sentral pun telah menegosiasi MAS untuk melancarkan proses akuisisi. Ada beberapa poin yang disampaikan BI kepada MAS salah satunya yakni meminta kelonggaran bagi perbankan Indonesia khususnya bank BUMN agar bisa ekspansi ke Singapura.

Chief Executive Officer (CEO) DBS Group, Piyush Gupta, dalam keterangan tertulis, Rabu 31 Juli 2013, mengatakan, perjanjian tersebut akan menjadi lewat waktu setelah 1 Agustus 2013. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada regulator di Indonesia dan singapura yang telah memberi dukungan atas transaksi tersebut. “Pandangan kami positif terhadap potensi jangka panjang Indonesia dan akan terus mengembangkan jaringan DBS kami di Indonesia, serta tetap membuka diri atas kesempatan-kesempatan yang ada,\" ujar Piyush.

Dalam segala hal, dia menambahkan, DBS berkomitmen pada disiplin keuangan dan penciptaan nilai kepada pemegang saham. Perjanjian pembelian saham bersyarat antara DBS Group Holdings Ltd (DBS) dan Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd (FFH) untuk mengambil alih 100% saham anak perusahaan yang dimilikinya secara keseluruhan, Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd, yang memegang 67,37 persen saham di PT Bank Danamon Indonesia Tbk, memiliki long-stop date atau tenggat waktu pada 1 Agustus 2013.

“Kami akan terus mengembangkan jaringan DBS kami di Indonesia, serta tetap membuka diri atas kesempatan-kesempatan yang ada. Dalam segala hal yang kami lakukan, DBS berkomitmen pada disiplin keuangan dan penciptaan nilai pemegang saham,” tandas Piyush. [sylke]

BERITA TERKAIT

Bersikap Move On dan Tetap Rukun Pasca Pemilu

  Oleh: Hariqo Wibawa Satria, Pengamat Media Sosial Masyarakat terutama pendukung dan tim kampanye diharapkan dapat kembali bangkit membangun kebersamaan…

Polemik Pemilih Tetap, Kemendagri Tidak Bisa Intervensi

  Oleh : Ahmad Bustomi, Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh dikritik oleh…

Danamon Luncurkan Pembiayaan Properti Syariah

Danamon Luncurkan Pembiayaan Properti Syariah NERACA Balikpapan - Pameran produk perbankan syariah "Expo Perbankan Syariah IB Vaganza" Balikpapan menjadi kesempatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…