Siloam International Lepas 162,75 Juta Saham

Selasa, 13/08/2013

NERACA

Jakarta- PT Siloam International Hospitals Tbk akan melepas sebanyak-banyaknya 162,75 juta saham dengan nilai nominal Rp100 melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Jumlah tersebut setara dengan 14% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum kepada masyarakat. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan yang diterbitkan, Senin (12/8).

Disebutkan, dalam penawaran umum ini perseroan juga menyiapkan strategi untuk melakukan stabilisasi harga saham. Salah satu pemegang saham perseroan, PT Nilam Biru Bersinar memberikan opsi kepada PT Ciptadana Securities selaku agen stabilisasi untuk melakukan over allotment atau penjatahan lebih sebanyak-banyaknya 14,29% apabila terjadi kelebihan pemesanan saham dalam penawaran umum.

Rencananya, perseroan akan menggunakan 52,50% dari dana IPO untuk pembiayaan investasi terkait dengan pengadaaan peralatan medis dan pembangunan atau renovasi rumah sakit dalam waktu 2013-2015. Perseroan juga akan menggunakan sisa dana tersebut untuk membayar dana yang diperoleh dari PT Lippo Karawaci Tbk terkait belanja modal perseroan sekitar 27,50%.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities dan PT Credit Suisse Securities Indonesia. Dijadwalkan, masa penawaran awal saham perdana perseroan akan dilakukan pada 12-28 Agustus 2013, tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 September 2013, dan masa penawaran umum pada 4-6 September 2013. Sementara penjatahan akan dilakukan pada 10 September 2013, pengembalian uang pesanan dan distribusi saham pada 11 September 2013, dan pencatatan saham pada 12 September 2013.

Kontribusi Utama

Sebagai anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), penawaran saham PT Siloam International Hospitals dinilai akan diapresiasi secara positif. Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo misalnya, yang sebelumnya mengatakan semua anak usaha Grup Lippo memiliki prospek usaha yang bagus, seperti Bank Nobu yang belum lama ini melantai di bursa. Sehingga ketika RS Siloam telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak diragukan lagi akan bagus sahamnya.

Meskipun saat ini indeks terlihat fluktuatif, dirinya meyakini anak usaha grup Lippo ini akan tetap menarik dengan kinerjanya yang cukup baik. “Setahu saya RS Siloam pernah listing dengan nama PT Graha Medika Tama namun keluar lagi, mengenai RS Siloam saya tidak terlalu mengikuti namun memang grup Lippo cukup bagus,” jelasnya.

Hingga April 2013, perseroan memperoleh pendapatan naik menjadi Rp789,5 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp534,5 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp19,4 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp27,2 miliar. Aset perseroan mencapai Rp1,58 triliun pada 2012 dari periode 2011 sebesar Rp1,11 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,34 triliun pada April 2013 dari periode April 2012 senilai Rp933,4 miliar.

Terkait kontribusinya terhadap LKPR, pada tahun lalu Siloam menyumbang 35% terhadap total pendapatan LPKR Rp 6,1 triliun. LPKR pun menargetkan bisa meningkatkan sumbangan pendapatan Siloam menjadi 50%. LPKR berambisi mendirikan 50 RS Siloam hingga 2017 dari 13 rumah sakit telah dibangun saat ini. (lia)