Pelemahan Indeks BEI Dinilai Wajar

Selasa, 13/08/2013

NERACA

Jakarta – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah libur lebaran dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai hal yang wajar, namun OJK akan terus memantau pergerakannya.

Menurut Dewan Komisioner OJK Nurhaida, pihaknya akan memantau pergerakan IHSG. Pasalnya, jika terjadi penurunan yang sangat drastis, pihaknya akan melakukan tindakan untuk mengantisapi penurunan yang lebih dalam, “Perdagangan awal pekan, kami terus memonitor dan ternayata turunnya tidak terlalu drastis. Satu jam yang lalu penurunannya 0,32%, ini masih wajar dan normal di pasar modal. Karena sebelum lebaran indeks sempat naik dan sekarang turun,”katanya di Jakarta, Senin (12/8).

Namun demikian, dia memprediksi indeks pada perdagangan pertama setelah libur lebaran tidak mengalami penurunan tajam. Pihak OJK, kata Nurhaida, memiliki standar tertentu untuk turut andil jika terjadi penurunan indeks yang cukup tajam.“Kami mempunyai standar tertentu, kalau turun berapa persen ada tindakan tertentu dari kami tapi semua itu ada protokolnya”, jelas dia.

Dia juga menjelaskan, beberapa bursa lain di kawasan regional menurun sehingga penurunan 0,32% merupakan angka yang masih dapat dimaklumi. Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi tadi IHSG sempat turun 0,36% ke angka 4.625,90.

Tidak Wajar

Sebaliknya, analis Trust Securities Reza Priyambada menyatakan, penurunan IHSG pada penutupan Senin (12/8) hingga 0,9% merupakan hal yang tidak biasa secara historis pergerakan IHSG, “Turun 0,9% memang masih wajar secara teknikal namun bila melihat historis IHSG pasca lebaran, ini bukanlah sesuatu yang wajar. Biasanya setelah lebaran IHSG justru menguat,”tegasnya kepada Neraca.

Selain itu, dia juga menjelaskan, campur tangan pihak OJK terhadap penurunan IHSG tidak akan terlalu efektif sebab pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sentimen, penurunan makro global dan beberapa hal lain yang dapat mempengaruhi IHSG. “Kita lihat dulu apa yang akan mereka (OJK) lakukan, namun tidak akan terlalu mempengaruhi IHSG. Sebaiknya OJK banyak memberi edukasi terkait investasi dan pemahaman mengenai sentimen. Terutama pemahaman terkait asing jika melakukan aksi jual”, jelas dia.

Menurut dia, jika asing melakukan aksi jual merupakan saat yang tepat bagi investor lokal untuk melakukan aksi beli karena dengan banyaknya asing melakukan jual saham, harga saham menjadi lebih murah.

Dia juga menghimbau agar investor lokal jangan ikut-ikutan asing melakukan aksi jual,”Disini peran OJK penting untuk memberi edukasi terhadap masyarakat. Jika investor lokal ikut asing melakukan jual, maka saham dan IHSG kemungkinan akan terus merosot”, ujar dia.

Pelemahan 68 saham yang tersebar setidaknya pada 7 sektor menyebabkan IHSG merosot, tiga sektor yang mengalami penurunan paling dalam adalah sektor consumer goods yang turun 1,97%, sektor manufaktur yang turun 0,77% dan sektor keuangan turun 0,41%.

Pada perdagangan Senin (12/8), IHSG ditutup pada level 4.597,78 turun 0,9% atau 43 poin dengan asing melakukan net sell mencapai Rp263 miliar. Volume perdagangan sebanyak 3,1 miliar saham senilai Rp5 triliun. (nurul)