RPJMD 2013-2018, Visi dan Misi Walikota Terpilih - Kota Sukabumi

Sukabumi - Rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Sukabumi tahun 2013-2018 merupakan penjabaran visi, misi dan program Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi terpilih berdasarkan hasil pemilihan kepala daerah kemarin yang telah dilaksanakan. Hal itu dijelaskan Kepala Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) kota Sukabumi H. Hamdan yang didampingi oleh Kabid perencanaa eavaluasi pelaporan (PEP) Fahruroji kepada NERACA di ruang kerjanya, Senin. “Dokumen RPJMD juga merupakan dokumen rencana pembangunan daerah yang mutlak harus ada dalam penyelenggaraan pemerintah, sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional”, ujarnya.

Diungkapkannya, penyusunan RPJMD sebagaimana ketentuan undang-undang nomor 25 tahun 2004, harus serasi dengan isu-isu startegis yang tercermin dalam visi, misi dan program kepala daerah terpilih, dengan memperhatikan potensi sumber daya daerah, baik berupa sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya lainnya. “Dalam konteks penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan nasional, RPJMD Kota Sukabumi tahun 2013-2018 merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari system perencanaan pembangunan provinsi jawa barat dan nasional”, ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengutarakan, RPJMD Kota Sukabumi tahun 2013-2018 merupakan tahapan lima tahun fase ketiga dalam rangka mewujudkan visi dari rencana pembangunan jangka panjang daerah(RPJPD) kota Sukabumi tahun 2005-2025, yaitu terwujudnya Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan berkualitas bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan di jawa barat berlandaskan iman dan taqwa. Penyusunan RPJMD Kota Sukabumi 2013-2018 dilakukan secara terpadu, menyeluruh, komprehensif serta mengedepankan partisipasi masyarakat dengan selalu mempertimbangkan dan menampung aspirasi pemangku kepentingan lainnya.

“Berdasarkan kondisi masyarakat Kota Sukabumi saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi dimasa depan, serta dengan memperhitungkan faktor strategis dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat, pemangku kepentingan sert pemerintah daerah, maka dalam pelaksanaan pemerintah dan pembangunan untuk periode 2013-2018, ditetapkan visi pembangunan Kota Sukabumi yaitu dengan iman dan taqwa mewujudkan pemerintahan rahmatan lil alamin”, terang Hamdan.

Pemahaman atas peryataan visi tersebut lanjut Hamdan, mengandung makna terjalinnya sinergi yang dinamis antar masyarakat, pemerintah dan seluruh stakeholder dalam merealisasikan pembangunan Kota Sukabumi secara terpadu, yanag dijalankan melalui system pemerintahan baik dan adil dalam melayani masyarakat, serta berpijak pada pola berpikir dan pola berbuat berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. ”Konsep rahmatan lil alamin merupakan penjabaran atas pemahaman konsep pemerintahan Nabi Muhammad SAW dalam sejarah kemanusiaan membangun masyarakat yanag bercorak majemuk, dengan mengedepankan prinsip persamaan, kebebasan, keadilan, penagkuan dan perlindungan hak asasi manusia serta kesejahteraan rakyat”, ujarnya.

Dikatakannya,penjabaran dari visi tersebut diuraikan dalam misi. Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata bagai segenap komponen penyelenggara pemerintahan tanpa mengabaikan mandate yang diberikannya. Adapun misi pemerintah kota Sukabumi periode 2013-2018 yaitu mewujudkan reformasi birokrasi menuju sumber daya manusia yang beriman, berilmu dan bertaqwa, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa, jujur, adil, profesional, mendengar dan melayani masyarakat dengan ikhlas, mewujudkan pelayanan dasar yanag lebih baikl dan berkualitas, mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah dan meningkatkan keamanan, ketretiban, keindahan dan kebersihan kota.

“Kelima misi tersebut akan dijabarkan dalam tujuan dan sasaran pembangunan yang setiap tujuan dan sasaran tersebut akan dicapai melalui program kegiatan pembangunan. Untuk mengimplementasikan keutuhan tujuan dan sasaran tersebut diperlukan strategi pembangunan yang tepat, berdasarkan pada kondisi lingkungan internal dan eksternal yang ada pada tahun awal perencanaan”, jelas Hamdan.

BERITA TERKAIT

Tiga Bank Lokal Minta Izin Kerjasama dengan WeChat dan Alipay

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia (BI) menyebutkan setidaknya ada tiga bank domestik yang sudah mengajukan izin kerja sama dengan…

Semester Pertama, Pajak Daerah Kota Sukabumi Sudah Mencapai 65,67 Persen

Semester Pertama, Pajak Daerah Kota Sukabumi Sudah Mencapai 65,67 Persen   NERACA Sukabumi - Realisasi pendapatan pajak daerah yang dikelola oleh…

Wali Kota Depok Beri Uang Pembinaan Atlet Berprestasi

Wali Kota Depok Beri Uang Pembinaan Atlet Berprestasi   NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan apresiasi berupa penghargaan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri

ExRaya Jadi Bursa Kripto Pertama Indonesia yang Memproduksi Koinnya Sendiri NERACA Jakarta - Ditujukan ke Asia Tenggara, yang mana minat…

Ini 5 Alasan Harus Pilih HPB Untuk Portfoliomu

Ini 5 Alasan Harus Pilih HPB Untuk Portfoliomu  NERACA Jakarta - Belakangan ini, di forum-forum diskusi blockchain sedang ramai-ramainya membahas…

Said Abdullah: Currency War Menekan Mata Uang Rupiah

Said Abdullah: Currency War Menekan Mata Uang Rupiah   NERACA Jakarta - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah memperkirakan…