BI: Transaksi Valas Interbank Terbatas

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan jumlah transaksi valuta asing (valas) interbank memang agak terbatas. Dia juga mengimbau agar transaksi interbank ini agar menjadi lebih hidup. \"Ini karena eksportir dan supplier banyak yang tidak menawarkan dollar ke pasar, inilah yang harus dihidupkan kembali,\" ujar Agus Marto di Jakarta, pekan lalu.

Dia juga menjelaskan pada bulan Juli di minggu ke tiga hingga minggu keempat, pasar valas mulai menggeliat aktif. \"Interbank juga aktif kedepannya harus bisa mengharapkan transaksi jual beli dipasar agar menjadi lebih aktif, sehingga volume transaksi valas akan lebih tinggi,\" ucap Agus Marto.

Beberapa waktu lalu, menurut Agus memang mayoritas oleh Spot. \"Idealnya harus ada kombinasi spot, repo, term deposit dan forward, ini memang sedang BI siapkan, kita mempersiapkan instrumen, peraturan, agar transaksi valas kedepannya agar lebih likuid,\" katanya. Lalu Agus Marto juga mengutarakan bahwa saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk mengubah jangka waktu lelang Swap.

\"Swap-nya masih di 1 bulan, 3 bulan dan 6 bulan, belum ada rencana mengubah, namun kalaupun dirubah hanya frekuensinya yang kami tingkatkan,\" tutur dia. Dia juga mengatakan, soal impor yang semakin meninggi bukan semata-mata akibat impor BBM. \"Banyak impor lain, seperti bahan baku, barang pelengkap maupun konjungsi, jika ini terus berjalan maka kami merekomendasikan kepada pemerintah untuk membatasi impor agar tidak terjadi defisit,\" imbuh Agus Marto.

Bank Indonesia (BI) melaporkan telah melaksanakan FX Swap atau lelang swap jual US$/IDR dengan target sebesar US$500 juta dengan tenor 1, 3 dan 6 bulan pada Kamis (1/8) pekan lalu. Jumlah penawaran yang masuk sebesar US$1.605 juta atau jauh melebihi target yang ditetapkan (oversubscribed).

Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah FX Swap yang dimenangkan sebesar US$ 1.285 juta, dengan rincian sebagai berikut. Tenor I bulan volumenya mencapai US$735 juta. Untuk tenor 3 bulan volumenya sebesar US$250 juta. Adapun tenor 6 bulan volumenya sebesar US$300 juta.

Sebelumnya, untuk menjamin ketersediaan rupiah dan valas di Indonesia seiring banyaknya investor asing yang masuk, BI menggelar lelang Swap Valas setiap kamis tiap minggunya. Hal ini juga dilakukan untuk mengelola likuiditas dolar AS.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo pada saat itu memastikan lukuiditas valas akan tetap ada, dia juga mengatakan bahwa investor yang ingin melepas dollar AS dan menukarnya dengan rupiah, maka hal ini akan menambah pasokan dollar di bank sentral.

Dalam lelang perdananya, BI menawarkan target lelang sebesar US$500 juta dengan tenor, 1,3, dan 6 bulan. Sedangkan jumlah penawaran yang masuk sebesar US$1,240 juta, ini melebihi target yang ditetapkan. Dari jumlah penawaran tersebut, jumlah FX Swap yang dimenangkan sebesar US$600 juta. [sylke]

BERITA TERKAIT

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank

KPPU: Transaksi Nontunai Jangan Diarahkan Satu Bank NERACA Padang - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah daerah yang menerapkan…

Ombudsman Soroti Biaya Transaksi Kartu Debit

      NERACA   Jakarta - Ombudsman RI menyoroti pembebanan biaya transaksi kartu debit di "electronic data capture" (EDC)…

Bukalapak Berikan Kejutan Berkali-Kali - Dongkrak Transaksi di Harbolnas

NERACA Jakarta– Besarnya antusias masyarakat bertransaksi di hari belanja online nasional (Harbolnas), tentunya dimanfaatkan perusahaan e-commerce untuk meningkatkan jumlah pelanggan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…