Laba Tunas Baru Lampung Anjlok 34,31%

Senin, 12/08/2013

PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) pada semester pertama 2013 membukukan laba bersih turun 34,31% atau menjadi Rp121,20 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp185,05 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Disebutkan, laba bersih per saham semester pertama tahun ini turun menjadi Rp24,55 dari periode semester pertama tahun lalu senilai Rp37,19. Pendapatan usaha perseroan juga merosot 13,13% menjadi Rp1,68 triliun pada Juni 2013 dari periode sama tahun lalu Rp1,93 triliun.

Penurunan pada laba dan pendapatan juga diimbangi dengan penurunan beban pokok penjualan perseroan menjadi Rp1,22 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,34 triliun. Selain itu, laba kotor perseroan turun menjadi Rp457,70 miliar pada Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp586,37 miliar.

Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp3,48 triliun pada Juni 2013 dari Desember 2012 sebesar Rp3,43 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,88 triliun pada Juni 2013 dari Desember 2012 sebesar Rp1,75 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp488,60 miliar pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp548,33 miliar.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp75,25 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp63,58 miliar. Pendapatan bunga perseroan naik menjadi Rp8,31 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,28 miliar.

Selain itu, dengan merosotnya harga kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) tahun ini perseroan tidak mematok target pertumbuhan pendapatannya terlalu tinggi. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Tunas Baru Lampung Tbk, Sudarmo Tasmin mengatakan, penurunan harga menyebabkan perseroan tidak optomis untuk realisasi target penjualan tahun ini,“Jika dibandingkan Maret tahun lalu dengan tahun ini, harganya turun 20%. Hal ini menyebabkan kita hanya targetkan sedikit diatas tahun lalu yaitu Rp 4 triliun sedangkan tahun lalu target kita Rp 3,8 triliun,”katanya di Jakarta pada pertengahan Juni lalu.

Sementara untukBottom linejuga tidak berubah banyak, jika tahun lalu Rp 242 miliar untuk tahun ini berubah sedikit menjadi Rp 300 miliar. Kemudian untuk gross marhin terus tergerus dan tahun ini hanya mencapai 20-23%, ditambah panen juga tidak sebagus tahun lalu.

Target penjualan CPO masih menjadi fokus perseroan dan ditargetkan berkontribusi sebanyak 180 ribu ton. Tahun 2012 lalu, komposisi pendapatan perseroan sebanyak 31% dari CPO, minyak goreng 29%, PKO 17%, Sterin 10%, sisanya lain-lain. Kemudian untuk produk minyak goreng hampir semua dijual di pasar domestik, namun sudah mulai merambah ke pasar internasional. Perseroan juga telah selesai membangun dermaga dengan panjang sekitar 100 meter di Pelabuhan Panjang, Lampung yang diharapkan akan menambah pendapatan perseroan. (nurul)