CMNP Terbitkan Rights Issue Rp 5,5 Triliun

Guna perkuat modal dalam pengembangan bisnis jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana menerbitkan penawaran umum terbatas atau right issue pada tahun 2014 mendatang. Dana yang diincar perseroan dari aksi ini ditaksir mencapai 5 triliun rupiah.

Kata Direktur Keuangan Citra Marga Nusaphala Persada, Indrawan Sumantri, saat ini perseroan sedang menunggu persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang akan digelar semester dua tahun ini, “Nantinya dana rights issue akan digunakan untuk pelebaran ruas tol Jakarta Intra Urbans Toll (JIUT) di hampir seluruh ruas tol milik Citra Marga, “ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia juga menambahkan, selain dari rencana penawaran umum terbatas, perseroan juga akan mendapatkan dana landscaping dari pemerintah sebesar Rp 1,2 triliun. Menurutnya, aksi korporasi ini akan dilakukan tahun depan dengan kebutuhan dana sekitar Rp 5 triliun yang akan didanai melalui penerbitan right issue. Terkait pelebaran ruas JIUT ini dengan pemerintah, dilakukan karena tingkat trafficterus meningkat. Tercatat pada bulan April lalu sudah mencapai 590 ribu kendaraan.

Kemudian dengan penerbitan surat utang, Indrawan mengungkapkan, perseroan menunda penerbitan obligasi senilai Rp 1,2 triliun yang rencananya terbit bulan November tahun ini. Pada tahun ini, Citra Marga akan fokus pada tiga proyek pembangunan jalan tol, yakni untuk ruas tol Depok-Antasari, Serpong- Balaraja dan pelebaran JIUT. Perseroan siap menyuntikkan dana sebesar Rp 580 miliar untuk pembangunan tahap 1 ketiga proyek ini.

Indrawan menambahkan, kemungkinan besar dana belanja modal tahun ini akan banyak diserap untuk proyek ruas tol Depok – Antasari. “Kebutuhan dana tahun ini cukup, karena nanti masih ada dana landscaping dari pemerintah 1,2 triliun rupiah,” tambahnya.

Hingga bulan Maret tahun ini, perseroan masih memiliki kas sekitar Rp 1,5 triliun dan masih memiliki sisa dana dari aksi non HMETD sekitar Rp 350 miliar, ditambah dengan rencana penerbitan obligasi sekitar Rp 1,2 triliun rupiah dan right issue.

Sebagai informasi, sepanjang semester pertama tahun ini laba bersih perseroan turun 5,18% menjadi Rp 201,38 miliar, dibandingkan laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 212,19 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…