Penjualan Motor MPMX Tumbuh 20%

Momentum Lebaran

Senin, 12/08/2013

NERACA

Jakarta – Perusahaan kendaraan bermotor, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mengklaim mencatatkan penjualan tumbuh 20% pada saat menjelang lebaran di bandingkan bulan biasanya.

Direktur Keuangan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Troy Parwata mengatakan, permintaan kendaraan motor sebulan sebelum lebaran mengalami peningkatan, sehingga mendongkrak penjualan motor di semester kedua pada tahun ini. "Angkanya belum bisa disampaikan, namun kenaikan penjualan bisa mencapai 20 sampai 25% dibandingkan biasanya," katanya di Jakarta, kemarin.

Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, industri, dan pengangkutan darat, tercatat memiliki 38 gerai ritel MPM motor yang berlokasi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Medan, Pekanbaru, Palembang, Tangerang, Bogor, Mataram, Lombok Timur, Palu dan Batam, “Untuk yang ritel sampai saat ini masih ramai penjualannya. Tapi saya angkanya juga belum bisa dikatakan karena laporannya belum sampai ke saya, kan sedang libur. Kenaikan penjualan di retail juga sama seperti penjualan ke deler-deler motor, sekitar 20%," tuturnya.

Sebagai informasi, semester pertama 2013, MPMX mencatat laba bersih sebesar Rp24,33 miliar atau tumbuh 36,2% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Bisnis distribusi dan penjualan motor Honda masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan di semester pertama tahun ini yakni sebesar Rp51, triliun.

Bisnis pelumas sepeda motor menyumbang pendapatan mencapai Rp745 miliar dan sewa kendaraan sebesar Rp467 miliar. Sedangkan bisnis jasa keuangan berkontribusi sebesar Rp470 miliar. Sepanjang tahun ini, MPMX menargetkan pendapatan sebesar Rp13,7 triliun.

Presiden Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, memprediksi penjualan motor pada Lebaran tahun ini atau pada Juli naik 7-8%. Level ini naik tipis dibandingkan penjualan bulan Juni 2013. "Tidak begitu signifikan, Juni dan Juli rata, 7-8%," katanya.

Menurutnya, penjualan pada Lebaran tahun ini tidak meningkat signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya karena momen Lebaran yang bertepatan dengan kenaikan kelas. Jadi, masyarakat lebih memilih untuk mengalokasikan belanja mereka pada kebutuhan pendidikan atau yang lebih pokok. "Problemnya, Lebaran tahun ini berdekatan dengan kenaikan kelas," katanya.

Gunadi mengatakan mayoritas masyarakat sudah melakukan pembelian sepeda motor pada semster pertama. Penjualan motor pada semester pertama mencapai 3,94 juta unit. Sampai akhir tahun, AISI memprediksi penjualan motor bisa menembus 7,1 juta unit. "Kalau bisa 7,3 juta unit akan lebih bagus lagi, tapi ekspektasi kita 7,1 juta unit," katanya. AISI menilai pembelian motor pada semester kedua akan melesu dibandingkan semester pertama. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Pertama, daya beli masyarakat yang minim. Kedua, kebijakan uang muka kredit motor yang juga berlaku pada fasilitas pembiayaan syariah. "Ini masih memberatkan," katanya.

Selain itu, tingkat inflasi yang tinggi juga akan menahan penjualan motor pada semester kedua. "Inflasi tinggi sehingga Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga. Ini kemudian berdampak pada cicilan motor yang akan naik 2%. Inflasi berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan masyarakat akan lebih memilih kebutuhan yang lebih penting,”paparnya. (bani)