Pasca Libur Lebaran, IHSG Bergerak Menguat

Senin, 12/08/2013

NERACA

Jakarta – Pasca libur panjang libur Lebaran, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, diproyeksikan akan bergerak menguat di picu pelaku pasar yang kembali bertransaksi. Karena itu, indeks di BEI akan bergerak di level 4.680- 4.657. Sebagai informasi, pekan lalu (2/8) sehari sambut libur Lebaran, indeks di BEI Jum’at akhir pekan ditutup menguat 16,445 poin (0,36%) ke level 4.640,781. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 0,798 poin (0,10%) ke level 774,944.

Perdagangan terakhir sebelum libur panjang Lebaran. Transaksi sudah mulai sepi karena investor sudah merasakan euforia libur panjang. Saham-saham unggulan memimpin penguatan dan perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 109.578 kali pada volume 5,905 miliar lembar saham senilai Rp 4,448 triliun. Sebanyak 159 saham naik, sisanya 91 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum penguatan kompak ditutup di zona hijau. Penguatan terjadi menguat setelah merespons rekor terbaru Wall Street. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 950 ke Rp 22.250, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 550 ke Rp 8.000, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 13.250, dan Danayasa (SCBD) naik Rp naik Rp 500 ke Rp 3.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 31.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 10.000, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 250 ke Rp 4.200, dan Samudra Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 3.200.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat tipis 3,924 poin (0,08%) ke level 4.628,260. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,547 poin (0,07%) ke level 773,599. Investor mengamankan portofolio investasinya sebelum libur panjang. Namun ada juga yang melepas saham untuk mencairkan dana liburan. Sehingga saham-saham yang diawal sempat naik tinggi langsung dilepas oleh sebagian investor. Lima sektor menguat dan lima sektor lainnya melemah.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 62.347 kali pada volume 4,182 miliar lembar saham senilai Rp 2,601 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih kompak bertahan di zona hijau hingga sesi pertama. Bursa saham Jepang masih memimpin penguatan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 21.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 25.100, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 300 ke Rp 7.750, dan Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 13.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 31.500, Surya Toto (TOTO) turun Rp 200 ke Rp 7.700, Samudra Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 3.200, dan Saratoga (SRTG) turun Rp 125 ke Rp 4.475.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melesat 33,070 poin (0,72%) ke level 4.657,098. Indeks LQ45 dibuka menanjak 7,272 poin (0,94%) ke level 780,983. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat. Investor mengamankan portofolio investasinya sebelum libur panjang. Bursa-bursa regional juga turut kompak menguat setelah merespons rekor terbaru Wall Street. Bursa saham Jepang pimpin penguatan dengan lonjakan hampir dua persen. (bani)