Melemahnya Rupiah Belum Tentu Mendongkrak Ekspor

NERACA

Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan bahwa melemahnya rupiah belum tentu mendongkrak kinerja ekspor. Meskipun, dengan jumlah barang yang sama, nilai ekspor bisa melambung akibat melemahnya rupiah. “Tidak selalu depresiasi rupiah akan dapat mendorong ekspor, jadi pernyataan tersebut belum tentu benar,” kata Eko kepada Neraca, pekan lalu.

Depresiasi rupiah, lanjut Eko, hanya dapat mendorong ekspor jika pasar global sedang tumbuh, atau dengan kata lain negara-negara pengimpor barang dari Indonesia sedang tumbuh.

“Karena USA, Eropa, dan bahkan China yang merupakan mitra dagang utama Indonesia sedang lesu, maka depresiasi saat ini belum mampu mendorong ekspor. Terlebih lagi harga komoditas global juga belum membaik, sehingga insentif ‘dari sisi harga komoditas’ bagi produsen Indonesia untuk meningkatkan produksi juga rendah,” jelas Eko.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menjelaskan nilai ekspor Indonesia cenderung melemah, tetapi bukan karena jumlah yang diekspor menurun, melainkan karena nilai ekspornya yang menurun akibat serapan pasar global yang melemah. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…

PTBA Targetkan Penjualan Ekspor 12 Juta Ton

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggenjot pertumbuhan pendapatan dari penjualan ekspor batu bara.…

KOMODITAS UNGGULAN EKSPOR KEMENTAN 2019

Petugas menyortir rempah-rempah di Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (17/1/2019). Kementerian Pertanian memfokuskan beberapa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…