Bunga Kredit Naik, Sektor Riil Kian Tertekan

NERACA

Jakarta – Inflasi tinggi yang dialami Indonesia diperkirakan mendorong BI untuk menaikkan kembali BI Rate. “Meskipun BI Rate sebenarnya merupakan instrumen untuk mengarahkan ekspektasi inflasi ke depan agar sesuai perkiraan BI, namun dengan realisasi angka inflasi Juli sebesar 3,29% yang lebih tinggi dari prediksi BI sebesar 2,87%, maka perkiraan saya BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps),” kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto kepada Neraca, pekan lalu.

Sebelumnya, Gubernur BI yang baru Agus Martowardojo dalam dua bulan saja sudah menaikkan BI Rate sebesar 75 bps dari 5,75% menjadi 6,5%. Menurut Eko, kenaikan BI Rate memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, dengan BI Rate yang naik diharapkan dapat menjadi pencegah bagi terjadinya capital outflow, sehingga nilai tukar tidak semakin tertekan.

“Minusnya, BI Rate yang meningkat akan memicu peningkatan suku bunga simpanan, dan kemudian suku bunga kredit juga akan naik. Dengan naiknya suku bunga kredit maka sektor riil akan semakin tertekan, karena harus meminjam dana dari bank dengan suku bunga yang lebih mahal,” jelas Eko. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…