Pertumbuhan Ekonomi 6% Sulit Tercapai

Pemerintah Banyak Janji

Senin, 12/08/2013

NERACA

Jakarta - Akademisi sekaligus pengamat ekonomi dari Universitas Padjajaran Bandung, Ina Primiana, mengatakan bahwa pada 2013 ini sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan di atas 6% seperti yang dicita-citakan pemerintah. Apalagi mencapai target sampai 6,3% dalam APBN-P 2013. “Setelah kenaikan BBM yang tidak tepat waktunya, akan menekan daya beli. Belum lagi kenaikan UMP (Upah Minimum Provinsi) mencapai 40%,” katanya, lewat pesan singkat kepada Neraca, pekan lalu.

Ina menambahkan, masih banyak janji pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur atau menghilangkan penyebab-penyebab ekonomi biaya tinggi, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. Sehingga ini juga akan menghambat pertumbuhan ekonomi. “Jadi sulit untuk mencapai angka pertumbuhan 6% bila tidak ada perubahan-perubahan untuk mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi,” jelas dia.

Sementara secara terpisah Menteri Keuangan Chatib Basri tetap optimis Indonesia akan tumbuh di atas 6%. Menteri Keuangan yang baru bertugas satu triwulan itu berjanji akan berusaha keras untuk mencapai target tersebut. “Mungkin mencapai 6,3% susah, tapi akan diusahakan mencapai di atas 6%,” katanya.

Dia mengakui bahwa pertumbuhan sebesar 6,3% sangat berat untuk dicapai. Pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun ini sebesar 5,92%. Artinya, lanjut Chatib, pada semester kedua harus tumbuh sebesar 6,68% untuk mencapai target pertumbuhan 6,3%. “Harus ada extra effort di semester II 2013. Tapi dengan extra effort saja untuk mencapai 6,3% masih sangat berat,” terang Chatib. [iqbal]