Target Inflasi 7,2% Sulit Tercapai

Rabu, 07/08/2013

NERACA

Jakarta – Dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, pemerintah menarget besarnya inflasi sepanjang tahun 2013 ini adalah sebesar 7,2%. Target tersebut dirasa sulit untuk dicapai. Hal tersebut disampaikan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto kepada Neraca, Selasa (6/8).

“Kemungkinan target tersebut sulit tercapai. Perkiraan saya inflasi bisa tembus 8% sampai dengan akhir tahun,” kata Eko. Potensi inflasi, lanjut Eko, masih tinggi di bulan Agustus, terutama akibat momentum hari raya di dua minggu pertama. Selain itu, hari raya Idul Adha pada Oktober juga akan kembali memicu inflasi (terutama pangan) mengingat kebutuhan daging meningkat, sementara supply (terutama sapi potong) dalam negeri masih terbatas. Terlebih lagi ini tidak bisa diganti dengan daging beku impor, karena sapi untuk disembelih.

“Momentum Idul Adha biasanya juga memicu inflasi sektor transportasi namun dengan skala terbatas atau lebih kecil dibanding Idul Fitri,” jelas Eko. Selain itu, lanjut Eko, inflasi juga akan besar lagi pada Desember karena ada momen natal dan libur tahun baru. [iqbal]